Hingga November 2019, Sebanyak 17.520 Peserta Menunggak Pembayaran BPJS Kesehatan

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan, Yusi Afserinta menyebutkan hingga awal November 2019 setidaknya sudah 17.520 peserta BPJS

Hingga November 2019, Sebanyak 17.520 Peserta Menunggak Pembayaran BPJS Kesehatan
Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan, Yusi Afserinta 

Hingga November 2019, Sebanyak 17.520 Peserta Menunggak Pembayaran BPJS Kesehatan

BANGKAPOS.COM - Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan, Yusi Afserinta menyebutkan hingga awal November 2019 setidaknya sudah 17.520 peserta BPJS Kesehatan yang lakukan penunggakan.

Selain itu jumlah tunggakan yang terjadi di BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan yakni sebesar Rp 8.401.821.872,-

Kepada bangkapos.com Yusi menerangkan terbilang banyaknya penunggak yang terjadi di Bangka Selatan ialah dikarenakan kelalaian para peserta untuk membayar sehingga ketika jangka waktu pembayaran sudah tiba, penunggakan terjadi. Kamis, (14/11/2019)

"Akibat lalai membayar sehingga terjadi penunggakan, karena menunggak berdampak pada besaran nilai yang harus dibayar menjadi besar pula sehingga pada akhirnya tak mau membayar," terang Yusi.

Tak hanya itu, penunggakan juga terjadi akibat perilaku peserta yang membayar ketika membutuhkan pelayanan namun setelah pelayanan didapat maka berhenti membayar.

"Hal-hal yang seperti inikan tentunya menjadikan biaya yang harus dibayarkan menjadi tinggi karena tertunggak," pungkasnya. 

Turunkan Kelas

Dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang menetapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ketetapan besaran nilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang terjadi yaitu mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2018.

Besaran nilai yang akan ditetapkan pada tahun 2020 mendatang yaitu pada Kelas III dari Rp 25.500,- berubah menjadi Rp 42.000,-, Kelas II dari Rp 51.000,- naik menjadi Rp 110.000,- dan pada Kelas I yang awalnya Rp 80.000,- berubah menjadi Rp 160.000,-.

Atas kebijakan ini, tak sedikit masyarakat yang mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan untuk lakukan penurunan kelas kepesertaan BPJS Kesehatan.

Rizki, satu diantara beberapa orang yang mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan menyatakan dirinya keberatan dengan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah ini sehingga memilih untuk turun kelas dari yang awalnya Kelas II memilih untuk pindah ke Kelas III.

Menurut warga yang tinggal di Kelurahan Teladan AMD ini, kenaikan iuran ini membuat dirinya merasa kesulitan untuk membayarnya sehingga memilih untuk turun kelas.

"Sebagai pekerja swasta dan punya tiga tanggungan, saya merasa keberatan untuk melanjutkan kelas yang kemarin sehingga saya memilih untuk turun kelas yang biayanya menurut saya sesuai kemampuan saya," ujar sosok yang mengenakan baju kaos kerah dengan warna merah ini.

Sementara itu, Silvi yang kala itu tampak sibuk mengisi formulir juga menyebutkan jika dirinya sengaja datang untuk melakukan penurunan terhadap kelas iuran kepesertaannya di BPJS Kesehatan.

"Iya pak hari ini saya baru bisa datang ngurusin penurunan kelas, harga iurannya makin tinggi jadi lebih memilih untuk diturunkan, toh pelayanannya sama saja," ujar seorang ibu yang memboyong anaknya ke BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan.

Silvi berharap pemerintah bisa menyadari kondisi ekonomi warga yang saat ini terbilang tidak begitu baik dan tidak malah menambah persoalan untuk membayar iuran BPJS yang semakin tinggi.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved