Pro Kontra Tambang di HGU Sawit

Datuk Ramli Heran Ada Perdamaian, Khawatir Kejadian Belitung Terjadi di PT THEP

Direktur PT THEP Datuk Ramli Surtanegara, menyebut tidak ada wibawa hukum jika pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tegas.

Datuk Ramli Heran Ada Perdamaian, Khawatir Kejadian Belitung Terjadi di PT THEP
Ist Humas Polres Babar
Pertemuan pihak Polsek Simpang Teritip, PT THEP dan perwakilan warga 

Datuk Ramli Heran Ada Perdamaian, Khawatir Kejadian Belitung Terjadi di PT THEP

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur PT THEP Datuk Ramli Surtanegara, menyebut tidak ada wibawa hukum jika pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tegas.

Terlebih yang terang terangan melanggar aturan. Begitu juga dengan polemik yang terjadi di PT THEP baru baru ini.

Dimana dalam audensi, Kamis (15/11/2019) salah satu permintaan warga desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, bisa menambang di HGU PT THEP. Namun permintaan tersebut belum bisa direalisasi pihak perusahaan karena dinilai melanggar aturan.

Datuk Ramli mencontohkan kasus bentrokan yang terjadi antara penambang dan anggota Sat Pol PP saat menertibkan tambang di Kabupaten Belitung.

Bahkan dirinya heran kasus tersebut berujung perdamaian antara penambang dengan pemerintah.

"Jadi kalau pemerintah tidak tegas menyelesaikan permasalah di belitung jadinya wibawa hukum tidak ada. Saya sebagai orang penegak hukum dan advokad saya juga heran, karena ada perdamaian antara penjahat dengan pemerintah. Tidak boleh itu, hukum ada," kata Datuk Ramli Surtanegara, Jumat (15/11/2019)

Disisi lain, pemerintah dan aparat penegak hukum juga tidak boleh semena mena merusak menyita apalagi sampai membakar. Sebab ada mekanisme yang mengatur hal tersebut.

"Disatu sisi pemerintah juga kalau bertindak jangan mengambil harta orang, sita dulu baru mau dibakar diapa. Jadi terkait dengan itu, belitung melawan jadi orang sini mau melawan lagi. Jadi nanti investor takut masuk bangka belitung, pariwisata takut," bebernya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved