Pro Kontra Tambang di HGU Sawit

Timah di HGU Sawit Diburu, Warga Protes Soal Penertiban Tambang

Keberadaan pasir timah di Hak Guna Usaha (HGU) PT THEP di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat

Timah di HGU Sawit Diburu, Warga Protes Soal Penertiban Tambang
Ist Humas Polres Babar
Pertemuan pihak Polsek Simpang Teritip, PT THEP dan perwakilan warga 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Keberadaan pasir timah di Hak Guna Usaha (HGU) PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, menuai persoalan.

Kamis (14/11/2019) siang, warga Desa Berang, menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mendatangi PT THEP terkait penertiban aktivitas pertambangan di dalam HGU tersebut.

Kades Berang, Misun menyebut polemik hingga berujung unjuk rasa tersebut, telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Warga menilai, pihak pengamanan PT THEP tebang pilih, saat melakukan penertiban.

Sementara alasan warga berbondong bondong menambang di HGU PT THEP, karena berlimpahnya stok pasir timah yang hanya dikedalaman tiga hingga empat meter.

"Polemik ini sudah sejak dua minggu lalu. Aksi demo hari ini spontan, karena warga menilai penertiban yang dilakukan pihak keamanan dan petugas yang ngepam, tebang pilih. Maksud mereka kalau mau ditertibkan satu, tertib semuanya," kata Misun kepada Bangkapos.com, Kamis (14/11/2019)

Menurut Misun, ada beberapa alasan warga nekat menambang di HGU PT THEP. Salah satunya, ketersediaaan pasir timah yang hanya dikedalaman tiga hingga empat meter. Selain itu, metode penambangan yang tidak perlu menggunakan mesin, melainkan menggali.

Di HGU, blok S28 dan E26, menjadi primadona dan buruan warga. Kedua blok ini, diyakini menyimpan banyak stok pasir timah.

Kendati demikian, sejak Senin hingga Kamis ini, tak ada lagi aktivitas penambangan di HGU PT THEP, menyusul kesepakatan dan pertemuan sejumlah pihak di Polres Bangka Barat.

Namun reaksi dan aksi demo kembali terjadi, setelah warga Desa Berang, mendapat informasi bahwa dilokasi tersebut masih ada warga dari desa lain yang melakukan penambangan.

"Kalau metode penambangannya main nebuk (gali-red). Terus tadi malam l mulai ada warga bercerita
katanya orang yang nebuk di blok S28 dan E26, makanya warga demo lagi hari ini," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved