Menteri Edhy Prabowo Ke Bangka Belitung

Edhy Prabowo Bertemu Pelaku Usaha Perikanan di Sungailiat, Cerita Dua Pesan Presiden Jokowi Padanya

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo bertemu langsung dengan masyarakat pelaku usaha perikanan

Edhy Prabowo Bertemu Pelaku Usaha Perikanan di Sungailiat, Cerita Dua Pesan Presiden Jokowi Padanya
bangkapos.com/Edwardi
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo saat melakukan pertemuan dan dialog dengan masyarakat pelaku usaha perikanan. 

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo bertemu langsung dengan masyarakat pelaku usaha perikanan

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo mengucapkan terima kasih atas undangan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi untuk bertemu langsung dengan masyarakat pelaku usaha perikanan di Kabupaten Bangka.

"Hari ini merupakan hari ke 23 kerja saya sejak jadi Menteri KKP, saat mau dilantik ada dua tugas yang diberikan pak Presiden Jokowi. Pertama harus membangun komunikasi secara terus menerus dua arah kepada para pelaku usaha perikanan, baik nelayan tangkap maupun budidaya perikanan," kata Edhy Prabowo saat memulai pertemuan dan dialog dengan para pelaku usaha perikanan di bawah tenda halaman Kantor PPN Sungailiat, Sabtu (16/11/2019).

Ditegaskannya membangun komunikasi jangan sampai ada yang putus. Kalau ada nelayan yang mengadu harus didengarkan, nelayan komplain harus didengarkan, kalau ada yang marah harus didengarkan.

"Jadi kalau tadi pak Gubernur minta masyarakat menyampaikan jangan marah-marah. Jadi yang mau marah-marah silahkan marah saja jangan dilarang karena marah itu merupakan sebagian dari semangat. Kalau bapak ibu menyampaikannya takut-takut karena nggak enak maka saya katakan nggak ada gunanya kita bertemu hari ini. Jadi tolong sampaikan semua unek-unek nya biar kami catat, selanjutnya baru kami lakukan tindakan," ujar Edhy.

Menurutnya pengambilan keputusan yang terbaik adalah harus mendengarkan suara rakyat yang menjadi pelakunya langsung.

"Saya tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah jadi kegiatan ini merupakan langkah awal saya mendengarkan langsung ke lapangan," ujarnya

Tugas kedua dari Presiden Jokowi adalah membangun sentra budidaya perikanan. Provinsi Bangka Belitung luas airnya 80 persen dan luas tanahnya hanya 20 persen.

"Jadi Kementerian Kelautan dan Perikanan jadi konsep kerjanya harus mengacu kepada luasan airnya. Jadi kalau Bangka Belitung tidak dipikirkan berarti KKP salah karena luas perairannya 80 persen. Makanya harus difokuskan dan masih banyak provinsi lainnya seperti Kepri, Maluku, Maluku Utara, Papua dan lainnya," jelas Edhy.

Menurutnya, Bangka Belitung ini lebih spesifik karena satu satunya Provinsi Kepulauan yang dekat dengan Jakarta, hanya 45-55 menit naik pesawat dari Jakarta.

"Jadi saya kesini mau mendengarkan dulu, programnya apa kami akan melakukan kajian dulu Insyaallah tidak lama akan segera kami putuskan. Banyak program dari pusat yang mesti kami sampaikan yang jelas bagi saya majunya perikanan di Bangka Belitung menjadi tanggungjawab kami. Tetapi tanggungjawab kami ini tidak akan maksimal bila Gubernur dan Bupatinya tidak bahu membahu dan rajin mengingatkan kami. Alhamdulillah Gubernur Babel termasuk orang pertama yang datang ke KKP meminta ini dan itu, keras sekali tetapi kita minta pak Gubernur yang memimpin apa yang diharapkan," tukas Edhy.

(bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved