Kriminalitas

Nekat Selingkuhi Istri Orang Oknum Perwira Disel,SK Korban Perselingkuhan Ditendang dan Disebut Gila

Dia langsung diamankan provost dan harus ditahan setelah dua hari namanya jadi buah bibir karena selingkuhi dua istri orang.

Nekat Selingkuhi Istri Orang Oknum Perwira Disel,SK Korban Perselingkuhan Ditendang dan Disebut Gila
(Surya/Firman Rachmanudin)
SK (kiri) memperlihatkan laporan polisi atas terlapor Ipda GT, perwira di Polrestabes Surabaya ke Polda Jatim atas dugaan perzinaan. (kanan) Bukti foto diduga Ipda GT di kamar hotel dengan SK (39), penjual ayam geprek bersuamikan W (40). 

BANGKAPOS.COM-- Seorang Oknum Perwira Polisi Polrestabes Surabaya, Ipda GT, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena nekat menjalani hubungan terlarang dengan dua istri orang.

Bahkan dia nekat menyingkuhi istri sesama rekannya di kepolisian. Tentu saja ulat bejatnya ini harus berakhir di sel tahanan.

Dia langsung diamankan provost dan harus ditahan setelah dua hari namanya jadi buah bibir karena selingkuhi dua istri orang.

Wakil Kapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus H Simarmata menyatakan tak main-main jika ada anggotanya indisipliner, apalagi melakukan perselingkuhan.

Ia memastikan Propam sudah menahan Ipda GT selama 21 hari untuk keperluan penyidikan atas laporan W (40) asal Bulaksari, Kota Surabaya.

W melaporkan Ipda GT karena berselingkuh dengan istrinya, SH (39) yang tak lain penjual ayam geprek.

Akibat perselingkuhan Ipda GT dan SH, hubungan rumah tangga W bakal kandas.

Ipda GT ditahan sejak Jumat (15/11/2019) atau pada hari yang sama W dan SH diperiksa penyidik Polrestabes Surabaya.

"Sudah kita proses, langsung kami lakukan penahanan," tegas Leo dilansir Surya pada Sabtu (16/11/2019).

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus H Simarmata.
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus H Simarmata. (Surya.co.id)

Menurut Leo, oknum perwira polisi yang bersangkutan masih dalam proses penyidikan oleh Propam Polrestabes Surabaya.

"Sesuai dengan aturan di kami, Polri, kan ditahan selama 21 hari, baru akan ada proses lanjutan jika diperlukan sampai sidang. Yang pasti akan kami hukum berat," ia menegaskan.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved