Berita Pangkalpinang

Amri Cahyadi Nilai Bimbingan Pra Nikah untuk Kurangi Angka Perceraian dan Cegah Pernikahan Dini

Pernikahan usia dini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, demikian juga dengan angka perceraian.

Amri Cahyadi Nilai Bimbingan Pra Nikah untuk Kurangi Angka Perceraian dan Cegah Pernikahan Dini
Bangka Pos / Hendra
Anggota DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-– Pernikahan usia dini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, demikian juga dengan angka perceraian.

Tingginya angka perceraian dini ini diindikasikan akibat banyaknya masyarakat di Bangka Belitung yang menikah diusia dini. Bahkan tak jarang ada yang putus sekolah dikarenakan terjadinya pernikahan.

Wacana pemerintah untuk menerapkan persyaratan menikah harus mengikuti pelatihan pra nikah pun dinilai sangat penting. Selain mengatasi pernikahan dini juga untuk menurunkan angka perceraian.

Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengatakan wacana pelatihan pra nikah ini sebenarnya bukan barang baru di Bangka Belitung. Beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Bangka Tengah sudah menerapkan pelatihan pra nikah.

“Kita setuju sekali bila diadakan persyaratan seperti itu. Tujuannya sangat baik, selain mengurangi angka perceraian dan pernikahan dini juga untuk mempersiapkan mental pasangan menikah,” kata Amri Cahyadi kepada bangkapos.com, Senin (18/11/2019).

Pendidikan pra nikah, lanjut Amri untuk memberikan pembelajaran dan bimbingan kepada pasangan yang menikah. Pembelajaran ini untuk mempersiapkan mental serta sikap pasangan menikah

Dia juga menjelaskan, pasangan menikah tidak hanya siap dalam hal materi saja. Akan tetapi siap dalam menikah itu harus memahami, sikap, tanggungjawab  serta hak-hak pasangan menikah.

“Pasangan menikah juga harus memahami bagaimana membina dan mengatur rumahtangganya setelah menikah. Tidak hanya dari sisi materi saja, mereka juga harus tahu apa yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. Hak-hak pasangan menikah, sebagai suami atau istri itu juga harus diketahui. Karenanya perlu diberikan pembelajaran atau bimbingan pranikah,” jelas Amri.

Lalu bagaimana bila bimbingan atau pelatihan pranikah ini dinilai terlalu mengatur kehidupan privasi (pribadi) masyarakat ?

Menurut Amri, bimbingan ataupun pelatihan pra nikah tujuannya juga untuk mengatur pernikahan. Secara agama pun telah diatur terkait pernikahan. Karenanya tidak akan mengganggu masalah privasi.

“Agamapun mengatur soal aturan pernikahan. Ini salah satu masukan yang baik, aturan dalam hukum agama diperjelas ke produk hukum negara. Ini niatnya bagus, memberikan pembelajaran dan bimbingan kepada pasangan menikah. Jadi tidak akan mengganggu privasi, karena memang negara mengatur dan agamapun mengaturnya,” jelas Amri Cahyadi.

Terkait dengan adanya sertifikat pra nikah  dinilai Amri tak ada persoalan. Tujuan dari pra nikah itu hanya untuk mengatur serta membimbing masyarakat pasangan menikah.

“Saya rasa perlu sekali adanya sertifikat pra nikah. ini juga salah satu cara untuk menghindari pasangan nikah dini. Menikah tidak hanya sekedar menikah, tapi pasangan menikah memang mereka sudah matang dan siap dalam segala hal,” ungkap Amri. (Bangkapos.com/Hendra)

 
 

Penulis: Hendra
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved