Pabrik Tapioka Tebarkan Bau Busuk

Persoalan Bau Busuk Pabrik Tapioka Ini Sudah Dibawa ke DPRD Babel

Warga Kelurahan Kenanga yang sudah membawa persoalan polusi bau busuk limbah pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri (BAA) ini ke DPRD

Persoalan Bau Busuk Pabrik Tapioka Ini Sudah Dibawa ke DPRD Babel
Bangkapos.com/Edwardi
Spanduk protes yang dipasang warga di pagar Masjid Al Mukminin Kenanga 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Gubernur LSM Lira Bangka Belitung, Jeri mengatakan LSM Lira Babel merupakan LSM pendamping warga Kelurahan Kenanga yang sudah membawa persoalan polusi bau busuk limbah pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri (BAA) ini ke DPRD dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel), namun hingga saat ini belum ada solusi terbaiknya.

"Hasil pertemuan tadi akan diselesaikan Pemkab Bangka namun pak Bupati Bangka akan berkunjung ke lokasi pabrik terlebih dahulu," kata Jeri yang juga berasal dari Kelurahan Kenanga usai pertemuan di Kantor Kelurahan Sungailiat, Senin (18/11/2019).

Diungkapkannya, persoalan polusi bau busuk limbah pabrik tapioka ini sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu dengan membawa masyarakat untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Babel.

"Keputusan rapat waktu itu meminta pabrik menghentikan sementara operasinya, dan alasan pihak pabrik waktu itu mau menghidupkan dulu bakteri yang bisa menghentikan bau busuk itu, sehingga mereka mengurangi produksinya tetapi ternyata saat ini produksi sudah normal sehingga menyebabkan timbul bau busuk kembali," jelas Jeri.

Diakuinya, tuntutan masyarakat Kenanga saat ini meminta agar pabrik tapioka ini ditutup, kalau dulu hanya meminta bagaimana caranya pihak pabrik bisa menghilangkan bau busuk saja.

Sementara Yuniotman, warga Kenanga menambahkan saat ini warga bukan lagi berbicara bagaimana cara menghilangkan bau busuk, tetapi bagaimana caranya agar pabrik tapioka ini ditutup.

"Kabarnya pak bupati akan meninjau pabrik tapioka ini, harapan kami pak bupati jangan ke pabrik yang didahulukan tetapi datang ke masyarakat dulu, mengobrol dulu dengan masyara Kenanga, bila sudah ketemu bupati mungkin masyarakat tidak perlu lagi melakukan aksi-aksi yang lainnya, apalagi beliau pernah menjadi anggota DPRD Bangka jadi paham dengan kondisi ini," harap Yuniotman. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved