Babar Kembali Raih Swasti Saba Wistara, Komitmen Markus di Bidang Kesehatan Diapresiasi Kemendagri

Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bangka Barat mampu mempertahankan penghargaan tertinggi Kabupaten Sehat

Babar Kembali Raih Swasti Saba Wistara, Komitmen Markus di Bidang Kesehatan Diapresiasi Kemendagri
Ist
Plt Sekda Bangka Barat M. Effendi mewakili Bupati Markus saat menerima penghargaan Swasti Saba Wistara, Selasa (19/11) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bangka Barat mampu mempertahankan penghargaan tertinggi Kabupaten Sehat Kategori Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2019.

Penghargaan swasti saba kategori wistara ini pernah diraih Pemkab Bangka Barat pada tahun 2017 setelah Wiwerda dan Padapa.

Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disaksikan Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto kepada Bupati Bangka Barat, Markus SH diwakili Plt. Sekretaris Daerah M. Effendi SE, MM di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta, Selasa (19/11).

Plt Sekda Bangka Barat bersama rombongan berfoto bersama Penghargaan swasti setelah penganugerahan Kabupaten Sehat Kategori Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)
Plt Sekda Bangka Barat bersama rombongan berfoto bersama Penghargaan swasti setelah penganugerahan Kabupaten Sehat Kategori Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) (Ist)

Kepala Seksi Wilayah 1 Subdirektorat Pariwisata, Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Urusan Pemerintahan Dalam Negeri, Dra. Ida Supriyanti Malau, mengaku mengapresiasi komitmen Pemda Bangka Barat melalui Bupati Markus SH yang menempatkan persoalan kesehatan sebagai salah satu agenda prioritas karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

“Komitmen Pak Bupati Markus di bidang kesehatan membuat kami tim penilai sepakat, Bangka Barat kembali pertahankan swasti saba wistara ini untuk kali kedua. Salam hormat untuk Pak Bupati,” kata Ida Malau beberapa waktu lalu.

Sementara terkait penghargaan swasti saba wistara ini, Bupati Markus SH menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga komitmen untuk tetap mempertahankan predikat tertinggi kabupaten sehat dapat kembali diraih.

“Kita bersyukur sekaligus mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi, sehingga Bangka Barat kembali berhasil meraih predikat tertinggi itu selama dua kali berturut-turut. Ini menjadi bukti nyata komitmen Pemda dalam mewujudkan masyarakat yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sendiri," ujar Markus.

Markus berharap, capaian ini memotivasi masyarakat agar terus meningkatkan budaya Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi meningkatkan kesehatan lingkungan maupun keluarga-keluarga di Bangka Barat.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat saat menerima penghargaan Kabupaten Sehat Kategori Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat saat menerima penghargaan Kabupaten Sehat Kategori Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) (Ist)

Senada disampaikan Plt Sekretaris Derah M. Effendi. Menurutnya, tanpa dukungan serta kerja keras dan kerja ikhlas segenap stakeholder terkait, capaian tersebut tak mungkin bisa diraih.

"Alhamdulillah, akhirnya kita semua bisa mempertahankan predikat wistara ini. Mudah-mudahan ini bisa memicu semangat seluruh tim untuk bekerja lebih giat, supaya ke depan (2021-red) tetap bisa mempertahankannya lagi," kata M. Effendi, Selasa siang.

Effendi berharap, penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk terus berusaha mempertahankan predikat kabupaten sehat dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat di lingkungan masing-masing.

“Komitmen ini harus dimulai dari tingkatan paling bawah yakni keluarga-keluarga kita di desa-desa hingga tingkat kabupaten. Selain komitmen, yang tak kalah penting adalah menggalakan budaya gotong royong. Ini yang perlu didorong nantinya,” tandas Effendi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial sekaligus Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh menjelaskan, predikat tertinggi kabupaten sehat yang kembali diraih tahun ini terdiri dari enam tatanan.

“Keenam tatanan tersebut yakni kawasan pemukiman sehat, kehidupan masyarakat yang sehat mandiri, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, pariwisata sehat, dan kehidupan sosial yang sehat,”jelas Soleh yang juga Ketua Tim Pembina Kabupaten Sehat Bangka Barat.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, drg. H. Achmad Syaifuddin mengajak semua masyarakat Bangka Barat untuk ikut berperan dan terlibat dalam mendukung pencapaian penghargaan wistara ini. Cara yang paling sederhana, menurutnya, adalah bagaimana masyarakat bisa berperilaku hidup sehat.

“Untuk mewujudkan Bangka Barat sehat tentu pembangunan kita haruslah pembangunan berwawasan kesehatan. Ini erat kaitannya dengan pola perilaku hidup bersih dan sehat. BAB tidak boleh sembarangan, angka stunting juga harus diminimalisir, penggunaan air bersih, pengelolaan limbah harus baik. Sebab tentu sangat ironi ketika di satu pihak kita diakui sebagai kabupaten sehat tapi prakteknya tidak mencerminkan pola hidup bersih dan sehat itu,” imbuh Achmad.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved