Berita Pangkalpinang

DP3CSKB Bangka Belitung Tanggapi Positif Wacana Kursus dan Sertifikasi Pranikah

Pemerintah bahkan akan memberlakukan sertifikat pranikah. Menurut Susanti, wacana kebijakan kursus dan sertifikasi pranikah bagus untuk didukung.

DP3CSKB Bangka Belitung Tanggapi Positif Wacana Kursus dan Sertifikasi Pranikah
Istimewa
Erzaldi dan Melati pada momen hari kelahiran Melati, Rabu (30/10/2019) 

BANGKAPOS.COM- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pencatatan Cipil dan Keluarga Berencana (DP3CSKB) Kepulauan Bangka Belitung Susanti mendukung wacana pemberlakuan kursus pranikah pada 2020.

Ini ia sampaikan menanggapi kabar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang mewacanakan, pasangan yang akan menikah menjalani kursus pembekalan terlebih dulu mulai 2020.

Pemerintah bahkan akan memberlakukan sertifikat pranikah. Menurut Susanti, wacana kebijakan kursus dan sertifikasi pranikah bagus untuk didukung.

"Dengan adanya sertifikat pra-nikah ini diharapkan calon pengantin (catin) ini siap memasuki dunia berkeluarga," kata Susanti, Selasa (19/11/2019).

Susanti berpendapat, di Babel banyak terjadi percerian dan kekerasan dalam rumah tangga karena pasangan tidak siap memasuki dunia rumah tangga. Kursus dan sertifikasi pra nikah dinilai baik untuk menyiapkan sepasang calon pengantin.

"Banyak terjadi perceraian dan kekerasan ini karena sebenarnya merrka kurang paham dalam dunia berkeluarga itu. Kami melihat wacana ini sebagai sesuatu yang positif.... saya memang belum melihat data real hari ini, tetapi dari rekapan yang saya lihat; kasus-kasus kekerasan dan perceraian itu banyak terjadi karena kekurangpahaman ini," ucap dia.

Dia mengatakan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman juga sebenarnya telah mendukung adanya penyuluhan pranikah ini jauh hari sebelum heboh wacana kursus dan sertifikasi pra nikah. Pemprov, lewat Biro Kesejahteraan Rakyat, rutin mendatangi SMA/SMK Sederajat untuk memberikan penyuluhan.

Erzaldi, kata Susanti, ingin calon pasangan mendapatkan pembekalan yang jauh lebih lama dan komprehensif dibanding biasanya.

"Ini bisa dilakukan Kesra, Kemenag, Kelurahan, Kecamatan. Kesra kan memang sedang melakukan penyuluhan pra nikah," katanya.

Susanti mengakui bahwa sertifkasi saja tidak cukup. "Tetapi ini upaya, paling tidak kita menyambut positif upaya-upaya menyiapkan orang-orang yang memasuki dunia keluarga," ucap dia.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved