Berita Sungailiat

Jaksa Curiga Tiga Proyek PL di Bangka Terindikasi Melawan Hukum

Diduga tiga proyek penunjukan langsung (PL) di Kabupaten Bangka, terindikasi dilaksanakan oleh kontraktor melalui perbuatan melawan hukum

Jaksa Curiga Tiga Proyek PL di Bangka Terindikasi Melawan Hukum
(bangkapos.com/ferylaskari)
Kasi Pidsus Kejari Bangka, Aditia Sulaeman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Diduga tiga proyek penunjukan langsung (PL) di Kabupaten Bangka, terindikasi dilaksanakan oleh kontraktor melalui perbuatan melawan hukum. Indikasi itu sedang diselidiki oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, melalui Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

"Terkait proyek itu kita sedang lakukan penyelidikan. Proyek yang dimaksud terkait pembangunan mushola di Sungailiat, toilet di Desa Rebo dan toilet di Belinyu," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, Jeffry Huwae diwakili Kasi Pidsus, Aditia Sulaeman ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kejari Bangka, Selasa (19/11/2019).

Diakui Aditia, pihaknya belum memastikan berapa besar kerugian negara yang ditimbulkan. Sebab penghitungan kerugian negara akan lebih rinci dan dipahami ketika nanti ditangani oleh ahli di bidangnya. Sehingga pada saatnya nanti ahli yang dimaksud akan dihadirkan ketika proses penyelidikan Pidsus betul-betul sudah matang.

"(Penghitungan) kerugian belum ada, akan tetapi indikasi-indikasi perbuatan melawan hukum sudah ada. Kita tidak tahu apakah itu sesuai RAB (rencana anggaran biaya) atau tidak, karena itu ahli yang nanti akan memahami," kata Aditia.

Pada kesempatan yang sama, Aditia menyatakan terkait dugaan pelanggaran yang dimakdud, Tim Pidsus Kejari Bangka telah memanggil sejumlah saksi. Sembilan saksi yang telah menjalani pemeriksaan antara lain, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka, Asep Setiawan, Pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka dan pihak lainnya.

Aditia juga menyebut nama seorang kontraktor atau pemborong, yang diduga terlibat melakukan pelanggaran dalam proyek, seperti indikasi yang disebutkan jaksa. "Yang juga kita periksa tentu saja, GL (kontraktor atau pemborong asal Sungailiat)," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Adita menyebut, tiga proyek tersebut menghabiskan uang negara sekitar Rp 500 Juta. Namun berapa kerugian dan perbuatan melawan hukum yang seperti apa yang terindikasi oleh jaksa, Aditia tak menyebutkan secara rinci.

"Yang jelas, total anggaran tiga kegiatan itu sekitar Rp 500 Juta kurang kebih, PL (penunjukan langsung. Kita belum menetapkan tersangka karena dalam waktu dekat kita ekposes dulu (ekposs polerkara) terkait indikasi perbuatan melawan hukum dan kerugian yang ditimbulkan," katanya.

(bangkapos.com/ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved