Berita Sungailiat

Kasus Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sungailiat Alami Peningkatan, Ini Ternyata Penyebabnya

2017 cerai talak yang dikabulkan sebanyak 211 kasus, dan cerai gugat dikabulkan sebanyak 513 kasus.

Kasus Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sungailiat Alami Peningkatan, Ini Ternyata Penyebabnya
net
ikustrasi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengadilan Agama Sungailiat mencatat jumlah perceraian yang dikategorikan cerai talak dilakukan oleh laki-laki dan cerai gugat oleh perempuan selama tiga tahun ini.

Dari tiga tahun tersebut, dimulai dari tahun 2017 cerai talak yang dikabulkan sebanyak 211 kasus, dan cerai gugat dikabulkan sebanyak 513 kasus.

Lalu ditahun 2018 cerai talak yang dikabulkan sebanyak 221 kasus dan cerai gugat 552 kasus, untuk tahun 2019 hingga bulan Oktober.

Kasus percerairan talak yang dikabulkan sebanyak 216 dan cerai gugat 634, terlihat terjadi kenaikan dari tahun ke tahun kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Sungailiat.

Pengadilan Agama Sungailit, menangani kasus perceraian untuk tiga Kabupaten yang ada di pulau Bangka, pertama Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka.

"Tentunya banyak penyebabnya kasus perceraian ini terjadi, seperti masalah ekonomi, pertengkaran, perselingkuhan dan kasus lainya, yang membuat mereka tidak bisa lagi hidup bersama dan memutuskan untuk bercerai,"ungkap Drs. H. M. Idris Wahidin, M.H. Humas Pengadilan Agama Sungailiat, didampingi Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama, Supri, kepada bangkapos.com, Selasa (19/11/2019).

Tentunya, dengan banyaknya kasus percerain yang ditangani oleh Pengadilan Agama Sungailiat berasal dari Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka, yang harus disidangkan setiap harinya, membuat mereka sering kewalahan menyelesaikan setiap kasus perceraian.

"Ya kita harapkan, perceraian terus turun tiap tahunya, karena tujuan kita berumah tangga untuk membentuk kaluarga yang harmonis dalam menjalankan kehidupan hari-harinya,"harapnya.

Terkait masih tingginya angka perceraian di Kabupaten Bangka, dikaitkan dengan adanya wacana keinginan Menko PMK Muhadjir Effendy untuk membuat kebijakan sertifikat pranikah untuk menekan angka perceraian terutama pasangan muda.

Ia belum bisa berkomentar berkaitan dengan itu, karena bukan tupoksi dan kewenanganya.

(bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved