Berita Pangkalpinang

Sudah Ada Titik Terang, Akan Ada Pergub Operasionalisasi Buka Tutup Jembatan Emas

Jembatan hanya boleh dibuka-tutup lebih dari satu hari untuk hal-hal yang dinilai emergency. Hal inilah yang perlu diatur lewat Pergub.

Sudah Ada Titik Terang, Akan Ada Pergub Operasionalisasi Buka Tutup Jembatan Emas
bangkapos.com/DEDY Q
Kepala Dinas PUPR Noviar Ishak 

BANGKAPOS.COM- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Bangka Belitung Noviar Ishak menyatakan, akan ada peraturan gubernur (pergub) mengenai operasionalisasi buka-tutup jembatan Emas. Ini merupakan satu di antara poin rapat PUPR bersama Dinas Perhubungan Babel, Pelindo, dan KSOP Pangkalbalam, Senin (18/11/2019) kemarin.

Noviar menyatakan, sudah ada titik temu mengenai waktu operasionalisasi Jembatan Emas.

"Intinya sudah ada titik temu. Nanti kapal yang lewat sana ada wajib pandu, harus didampingi kapal pandu. Dengan adanya ini, kami lebih mudah mengaturnya. Ini sudah disepakati, tinggal bikin SOP-nya, tinggal dinaikkan ke Gubernur, untuk dibikinkan Pergub-nya," kata Noviar, Selasa (19/11/2019).

Dia menyatakan, permintaan agar jembatan diturunkan (dibuka untuk jalur darat) enam sampai tujuh jam saat air laut surut sudah disetujui KSOP dan Pelindo. Dengan demikian, jembatan hanya akan dibuka-tutup sebanyak satu kali sehari.

Jembatan hanya boleh dibuka-tutup lebih dari satu hari untuk hal-hal yang dinilai emergency. Hal inilah yang perlu diatur lewat Pergub.

"Kami minta maksimum tetap tiga kali sehari. Jadi sekali untuk enam sampai tujuh jam itu, dua kali sisanya opsional untuk emergency, misalnya dibuka apabila kapal perang mau lewat, kapal pengangkut BBM akan lewat," beber Noviar.

Noviar belum bisa memastikan kapan kebijakan ini akan berlaku. Dia hanya menyebut bahwa pergub telah dikonsep dan akan ditandatangani Gubernur Babel.

"Saat ini masih seperti itu (belum buka tutup). Itu bisa dibuka tutup kalau ada permintaan kayak Pornas kemarin, kan bisa 3-4 jam. Cuma saya susah kalau memberikan kebijakan yang tidak pasti ke masyarakat. Kalau sudah pasti, sudah disetujui, ada Pergubnya. KSOP akan merilis kapan pasang surutnya, kami bisa tentukan kapan bisa naik-turun," beber Noviar.

PUPR diketahui membatasi buka tutup jembatan Emas karena terkait operasionalisasi jembatan tersebut. Dikhawatirkan jika jembatan dioperasikan terlampau sering maka hidrolik jembatan jadi rentan rusak dan perawatan jadi tidak efektif dan efisien.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved