Berita Pangkalpinang

Tingkatkan Statistik Satu Data, BPS Bangka Belitung Gelar Workshop Selama Dua Hari

Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar workshop mengenai statistik dalam satu data

Tingkatkan Statistik Satu Data, BPS Bangka Belitung Gelar Workshop Selama Dua Hari
bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, saat mengisi workshop statistik dalam satu data di Hotel Novotel, Selasa (19/11/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar workshop mengenai statistik dalam satu data di Hotel Novotel Bangka, Selasa (19/11/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh Diskominfo Bangka Belitung ini akan diselenggarakan selama dua hari 19-20 November 2019.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, mengatakan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Perpres 39 tahun 2019 mengenai satu data Indonesia.

"Dengan turunnya Perpres ini kita harus semakin memperkuat statistik sektoral, karena itu kita mengadakan workshop ini untuk peningkatan kapasitas kegiatan statistik di sektoral," ujar Dwi Retno.

Dalam hal ini BPS menjadi pembina untuk statistik di level sektoral. Oleh karena itu BPS kali ini menggelar workshop dengan tema 'Peningkatan peran dan fungsi institusi statistik dalam satu data Indonesia'.

"Amanat undang-undang statistik UU nomor 16 tahun 1997 mengamanatkan BPS sebagai pembina di dalam sistem statistik nasional, diminta untuk membina statistik sektoral. Karena kalau statistik sektoralnya sudah lebih bagus, maka kita bisa lebih efesien dalam menyelenggarakan kegiatan statistik," tuturnya.

Lebih lanjut Dwi Retno mengatakan data merupakan sumber yang paling penting sehingga harus dapat diolah dengan standar yang jelas.

"Menghasilkan satu data karena memang kita bicara data yang merupakan sumber yang sangat penting, lebih berharga daripada minyak kalau kata pak Jokowi. Karena memang ketika kita belanja online atau mengakses media sosial dan lain sebagainya, sesungguhnya data kita itulah yang sangat berharga," lanjutnya.

Penggunaan satu data tersebut, tentunya akan diimplementasikan di seluruh Kementerian dan lembaga. Dengan satu data, maka data tersebut dapat digunakan oleh Kementerian atau Lembaga yang juga membutuhkan data tersebut.

"Presiden ingin kedepannya ada satu data, kalau data kemiskinan ada satu data, kemudian data lainnya ada data yang dirujuk. Sekarang posisi data varianya terlalu banyak, tergantung Kementeriannya jadi pemerintah ingin mengatur agar data-data tadi bisa dibagi pakai. Sekarang misalnya di Kementerian dan lembaga sudah punya data masing-masing, tapi ketika mau diakses oleh Kementerian lain itu akan sulit. Hal ini karena berbagai hal seperti kondisi datanya yang tidak standar atau metodologinya berbeda," jelasnya.

Dengan workshop statistik dalam satu data Indonesia, Dwi Retno mengharap penyelenggaraan statistik kedepannya dapat lebih efisien.

"Adanya satu data ini maka kita akan mulai mengatur supaya ini bisa dilakukan interoperabilitas, maka satu data ini data-data yang dihasilkan bisa memiliki standar yang sama sehingga bisa digunakan oleh Kementerian lain untuk percepatan dan efisiensi," ungkap Dwi Retno disela-sela kegiatan.

(bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved