Penjelasan Bupati Bangka Tengah Terkait Hilirisasi Timah, Lada dan Hasil Laut

Bupati Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh menjelaskan upaya apa saja yang sudah dilakukan Pemkab Bateng, terkait hilirisasi timah

Penjelasan Bupati Bangka Tengah Terkait Hilirisasi Timah, Lada dan Hasil Laut
ist/Bupati Bateng, Ibnu Saleh (20/11/19)
IBNU Saleh kembali berprestasi dalam Bidang Kesehatan. Kali ini penghargaan berupa Kabupaten Sehat yang diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kepada Ibnu Saleh yang didampingi oleh Riky Amanda selaku Ketua Forum Kabupaten Sehat Bangka Tengah, Dinas Kesehatan, Bapelitbangda dan Bagian Humas Bangka Tengah. 

Penjelasan Bupati Bangka Tengah Terkait Hilirisasi Timah, Lada dan Hasil Laut

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh menjelaskan upaya apa saja yang sudah dilakukan Pemkab Bateng, terkait hilirisasi timah, lada, dan hasil laut di Kabupaten Bateng.

Ia mengatakan jika terkait timah, pertambangan di Kabupaten Bateng adalah eks tambang, bukan tambang baru. Sehingga saat ini Pemkab Bateng sedang berupaya mengurus perizinan untuk menambang di eks tambang tersebut ke kementrian.

"Dari pada tidak diizinkan tetap diambil orang, lebih baik kita berikan izin. Dan yang ditambang itu bukan tambang baru, namun eks tambang Koba Tin," ujar Ibnu, Rabu (20/11/2019) kepada Bangkapos.com

Dalam hal lada Bupati mengatakan jika pihak Pemkab Bateng meminta kepada para petani lada untuk menekan biaya produksi dengan teknologi terbaru.

"Kami sekarang sudah punya pabrik organik yang akan dikembangkan untuk tanaman lada,"

Karena menurut Ibnu komponen untuk meningkatkan pendapatan para petani lada adalah dengan cara meningkatkan harga, namun jika biaya produksi tinggi dan produktifitasnya rendah juga tidak akan signifikan.

Sedangkan untuk hasil laut, ia mengatakan jika hasil laut Kabupaten Bateng terus menggeliat, nilai tukar nelayan sudah berada di angka 116, nilai yang menurutnya sudah sangat baik.

"Dan tidak lama lagi ada 30 orang Indonesia yang mendapatkan penghargaan di istana, satu diantaranya adalah home industri perikanan dari Desa Kurau Kabupaten Bateng," tegas Ibnu

Orang nomor satu di Bateng ini mengatakan bahwa hal tersebut sebagai satu di antara prestasi, terkait pertumbuhan pendapatan yang didapatkan oleh masyarakat. Ia juga menjelaskan jika nilai tukar pembudidaya ikan di Bateng sudah menyentuh angka 108, dan untuk nilai konsumsi ikan, Kabupaten sudah menduduki peringkat satu di Indonesia dengan angka sebanyak 55 kg per orang, per tahun.

(Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved