Berita Pangkalpinang

Usia 19 Tahun, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 'Masih Rapuh'

Memasuki usia 19 tahun pada 21 November 2019 besok, struktur perekonomian Bangka Belitung masih rapuh.

Usia 19 Tahun, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 'Masih Rapuh'
Dokumen Bangka Pos
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Memasuki usia 19 tahun pada 21 November 2019 besok, struktur perekonomian Bangka Belitung masih rapuh. Negeri Serumpun Sebalai sangat bergantung pada segala hal terkait pertimahan.

Sektor ini dinyatakan rentan goyah begitu ada perubahan regulasi dan dinamika perekonomian nasional dan global yang serba tak pasti.

Begitu ada pengetatan regulasi industri pertimahan misalnya, perekonomian Babel terpukul.

Begitu harga timah dunia turun, dan ekspor menurun, pertumbuhan ekonomi Babel terjerembab hingga menjadi yang terendah se-Sumatera.

Data BPS Bangka Belitung dan pengamat perekonomian Babel membicarakan hal demikian.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman tak menampik rapuhnya struktur perekonomian Bangka Belitung

"Bukan 19 tahun sebetulnya kerapuhan kita ini, tetapi sejak kita masih menjadi bagian dari Sumatera Selatan. Kita seolah-olah terlena dengan apa yang Babel terima selama ini," kata Erzaldi.

Menurut Erzaldi, sudah menjadi kebiasaan di Babel, jika perekonomian terpuruk, maka ide-ide untuk keluar dari ketergantungan mencuat.

Namun, tak pernah benar-benar diseriusi. Siklusnya menguap begitu saja ketika perekonomian dinilai semakin membaik dan kembali mengemuka saat perekonomian memburuk.

"Tetapi kalau khusus hilirisasi memang tidak pernah terpikirkan dari dulu. Hilirisasi ini penting. Makanya sejak awal jadi Gubernur terus kami dorong ini," katanya.

Halaman
123
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved