Pekerja Dirumahkan

Gaji Pekerja Belum Dibayar, Anggota Komisi II DPRD Bangka Tengah Ini Geram Dengar Penjelasan PT MKM

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Apri Panzupi,pada saat berdiskusi dengan PT MKM terlihat geram mendengar penjelasan perusahaa

Gaji Pekerja Belum Dibayar, Anggota Komisi II DPRD Bangka Tengah Ini Geram Dengar Penjelasan PT MKM
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Apri Panzupi, Anggota Komisi II DPRD Bateng saat berdiskusi dengan pihak PT MKM untuk menanyakan hak pekerja di perusahaan tersebut yang belum dibayarkan, Kamis (21/11/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Apri Panzupi, pada saat berdiskusi dengan pihak PT Mandiri Karya Makmur (MKM) terlihat geram mendengar penjelasan perusahaan yang belum bisa membayarkan gaji dan tunjangan pekerja  selama empat bulan.

Apri tegas mengatakan jika perusahaan boleh bermasalah dengan klien mereka, namun perusahaan tidak boleh bermasalah dengan pekerja di Bateng, terlebih dengan Pemerintah Bateng.

"Anda boleh bermasalah dengan klien anda, namun anda tidak boleh bermasalah dengan masyarakat kami, apa lagi dengan pemerintah Kabupaten Bateng," tegas Apri, Kamis (21/11/2019) kepada perwakilan PT MKM Jimmy.

Untuk itu dia akan segera menghubungi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD),  guna menanyakan apakah ada penunggakan pajak yang dilakukan oleh PT MKM.

Apri pun meminta kepada Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bateng, Kartina selaku otoritas pemegang perizinan badan usaha di Bateng yang juga hadir saat itu, untuk fokus dan memonitor permasalahan ini.

"Kami tidak lagi mau mendengar ada perusahaan investasi apapun di Bateng ini yang bermasalah dengan hal karyawannya," tegas Apri.

Apri menilai Kabupaten Bangka Tengah sudah kooperatif, dan terbuka kepada siapa pun yang mau berinvestasi sehingga alangkah naifnya jika ada investasi yang keteteran dengan hak karyawannya.

Sebelumnya perwakilan PT MKM Jimmy menjelaskan, jika perusahaanya belum bisa membayarkan gaji kepada karyawannya dikarenakan pihaknya juga belum menerima pembayaran dari klien.
(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved