Kecamatan Girimaya Latih 200 Sukarelawan Memilah dan Memanfaatkan Sampah

Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang melaksanakan Pelatihan Sukarelawan Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Dalam Mendukung Kota Pangkalpinang

Kecamatan Girimaya Latih 200 Sukarelawan Memilah dan Memanfaatkan Sampah
bangkapos.com/edwardi
Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang melaksanakan Pelatihan Sukarelawan Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Dalam Mendukung Kota Pangkalpinang Meraih Adipura di Terminal Girimaya, Kamis (21/11/2019) 

Kecamatan Girimaya Latih 200 Sukarelawan Memilah dan Memanfaatkan Sampah

BANGKAPOS.COM -- Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang melaksanakan Pelatihan Sukarelawan Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Dalam Mendukung Kota Pangkalpinang Meraih Adipura di Terminal Girimaya, Kamis (21/11/2019).

Kegiatan ini dibuka Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen dan diikuti sekitar 200 sukarelawan yang berasal dari 5 kelurahan dan dihadiri Camat Girimaya, Syaiful Akbari, Kapolsek, para lurah, para ketua RT RW, tokoh agama dan masyarakat serta undangan lainnya.

Sementara narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup,, Karang Taruna, instruktur pupuk kompos DLH, dan instruktur kerajinan dari bahan sampah asal Toboali Kabupaten Bangka Selatan dan lainnya.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan melihat antusias masyarakat seperti ini kelihatannya Girimaya tidak mungkin menjadi kelurahan terjorok, tapi kalau terbersih belum tahu karena harus juga melihat kelurahan lainnya bagaimana kondisinya.

"Pelatihan seperti inilah yang saya inginkan, terima kasih pak camat, bu lurah bisa kerja bareng-bareng. Dari tujuh kecamatan di Pangkalpinang baru Kecamatan Girimaya ini lah yang melakukan kegiatan seperti ini, ini merupakan poin yang penting bagi kami," kata Molen disambut tepuk tangan warga.

Molen bertanya Kampung Bintang masuk mana, lalu dijawab warga Kecamatan Rangkui.

"Kampung Bintang ini yang parah, jadi Girimaya ini saya harapkan bisa terus seperti ini , tolong pak camat ditelorkan ke kecamatan lainnya karena ini hal yang bagus, kita ingin tahun depan Kita Pangkalpinang dapat Adipura walaupun berat , karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kita ini sungguh merepotkan jadi perlu kerja keras, tapi dapat sertifikat Adipura saja sudah cukuplah," tukas Molen.

Diakuinya hal yang dilakukan Kecamatan Girimaya ini sungguh bagus dan perlu disupport, karena kita memang perlu melakukan hal-hal yang kecil dulu di sekitar lingkungan kita.

"Kalau ada orang yang membuang sampah sembarangan kita marahin saja, karena kalau bukan kita siapa lagi yang peduli. Sekarang ini sudah kita survei orang-orang yang baru datang ke Kita Pangkalpinang banyak mengatakan sekarang ini Pangkalpinang bersih, mindset warganya mulai berubah, ada ibu-ibu yang berani memarahinya orang yang buang sampah sembarang, para lurah juga mulai malu kalau kelurahannya jadi yang terjorok, ku juga malu kalau rumah dinas dan alun-alun Taman Merdeka kotor banyak sampah ku juga marah," tukas Molen.

Menurutnya kegiatan pemilahan sampah ini sangat bagus karena ini bisa dijadikan penghasilan uang karena bisa dijual di bank sampah.

"Silahkan bapak ibu ambil ilmunya bagaimana mengelola sampah ini sehingga berguna dan menghasilkan uang, soal bagaimana dana atau modalnya nanti bisa kita kerjasamakan dengan pihak ketiga," tukasnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved