Pekerja Dirumahkan

Komisi II DPRD Bangka Tengah Desak PT MKM Bayar Gaji Pekerja, Hak Karyawan Harus Dipenuhi!

Sesuai dengan undang-undang tenaga kerja setiap pekerja yang sudah mengeluarkan jasa maka harus dibayar,

Komisi II DPRD Bangka Tengah Desak PT MKM Bayar Gaji Pekerja, Hak Karyawan Harus Dipenuhi!
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Diskusi antara PT MKM dan Komisi II DPRD Bangka Tengah terkait dengan belum dibayarnya gaji dan tunjangan pekerja selama hampir lima bulan. . 

Komisi II DPRD Bangka Tengah Desak PT MKM Bayar Gaji Pekerja, Hak Karyawan Harus Dipenuhi!

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Komisi II DPRD Bangka Tengah, Edi Purwanto menegaskan, apapun permasalahan yang dihadapi perusahaan, perusahaan tetap memiliki kewajiban untuk membayar gaji pekerjanya.

"Jadi permasalahan barang Pak Jimmy belum dibayar klien, itu problemnya Pak Jimmy. Tapi hak karyawan harus tetap dipenuhi. Bukan berarti perusahaan tak dibayar, upah pekerja tidak dibayar juga," tegas Edi, Kamis (21/11/2019) kepada  pihak PT Mandiri Karya Makmur (MKM) menanggapi penjelasan Perwakilan PT MKM yang belum bisa membayar gaji dan tunjangan karyawannya selama empat bulan.

Ia menjelaskan, sesuai dengan undang-undang tenaga kerja setiap pekerja yang sudah mengeluarkan jasa maka harus dibayar, oleh karena itu  diharapkan itikad baik dari perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan itu secepat mungkin.

Edi menyatakan, ini menjadi catatan khusus Komisi II DPRD Bateng terhadap PT MKM. Untuk menurutnya banyak kewajiban perusahaan akan dimonitoring oleh komisi II, seperti pembayaran pajak dan BPJS.

"Kami beri waktu kepada pihak perusahaan untuk membayarkan gajinya kepada pekerja. Kawan-kawan ini punya keluarga yang butuh makan," tegas Edi.

Kedepannya Edi mengatakan akan melakukan rapat kerja dan mengundang PT MKM.

Menurutnya, Kabupaten Bateng memang membutuhkan investor, namun tidak dengan investor nakal, yang tidak bisa dibina lebih baik dibinasakan.

"Kami memang butuh investor, tapi kami juga tidak mau investor yang nakal, yang tidak bisa mengayomi karyawannya, bagi kami yang tidak bisa dibina lebih baik dibinasakan," tegas Edi.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved