Berita Bangka Tengah

Ponpes Bahrul Huda Sarangmandi Siap Tangkal Radikalisme di Medsos

Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Huda Sarangmandi, menggelar Workshop Literasi Digital, Rabu (20/11/2019) untuk menangkal radikalisasi

Ponpes Bahrul Huda Sarangmandi Siap Tangkal Radikalisme di Medsos
Ist/Dok Ari Wibowo
Workshop Literasi Digital di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Huda Sarangmandi, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, Rabu (20/11/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Huda Sarangmandi, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, menggelar Workshop Literasi Digital, Rabu (20/11/2019). Workshop digelar dalam rangka menangkal radikalisme di media sosial (medsos).

Sebanyak 25 peserta terdiri dari guru dan santri antusias mengikuti kegiatan workshop hingga selesai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Ahmad Fadholi, M.SI selaku Pimpinan Umum Ponpes Bahrul Huda dan Dosen Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung, Ari Wibowo, M Sos yang juga pengamat sosial selaku narasumber.

Dalam sambutannya Ahmad Fadholi menegaskan bahwa para santri harus melibatkan diri dalam memberikan pencerahan yang mendamaikan dan mampu membawa dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Saat ini kita sedang menghadapi era 5.0, artinya perkembangan teknologi informasi telah masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan, sehingga tak dapat dipungkiri bahwa radikalisme dan terorisme bisa begitu cepat mendoktrinasi masyarakat,” ujar Ahmad dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Kamis (21/11/2019).

Pada kesempatan sama KH Ayatullah Mirza Kurnia selaku Ketua Yayasan Ponpes Bahrul Huda berharap kegiatan literasi digital bagi para santri dapat menjadi kegiatan yang berkesinambungan.
“Para santri adalah pondasi utama dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian,” tegasnya.

Kegiatan ini terfokus pada penguatan keterampilan para santri dalam merancang konten digital yang bermanfaat di media sosial.

Para santri juga diberikan wawasan tentang cyber crime dan Undang-Undang ITE oleh Ari Wibowo selaku narasumber.

“Hari ini adalah awal yang baik untuk mengajak para santri menjadi Smart User (pengguna media yang cerdas). Para santri bukan hanya menjadi penikmat media sosial saja, tapi juga mampu menjadi pengontrol dan pengawas mandiri konten digital, sekaligus menjadi pembuat konten yang cerdas dan bermanfaat (Smart User Creator),” tandasnya. (Bangkapos.com/Rilis/Heru Windarko)

Penulis: Herru W
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved