Angka Perceraian Tinggi di Bangka, Kepala Kemenag Bangka Ungkap Penyebabnya

Pengadilan Agama Sungailiat mencatat jumlah perceraian yang dikategorikan cerai talak dilakukan oleh laki-laki dan cerai gugat oleh perempuan

Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka, Paidi. 

Angka Perceraian Tinggi di Bangka, Kepala Kemenag Bangka Ungkap Penyebabnya

BANGKAPOS.COM -- Pengadilan Agama Sungailiat mencatat jumlah perceraian yang dikategorikan cerai talak dilakukan oleh laki-laki dan cerai gugat oleh perempuan selama tiga tahun ini.

Dari tiga tahun tersebut, dimulai dari tahun 2017 cerai talak yang dikabulkan sebanyak 211 kasus, dan cerai gugat dikabulkan sebanyak 513 kasus.

Lalu di tahun 2018 cerai talak yang dikabulkan sebanyak 221 kasus dan cerai gugat 552 kasus.

Untuk tahun 2019 hingga bulan Oktober, kasus percerairan talak yang dikabulkan sebanyak 216 dan cerai gugat 634, terlihat terjadi kenaikan dari tahun ke tahun kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Sungailiat.

Melihat tingginya angka percerain, Kepala Kemenag Kabupaten Bangka, Paidi, mengatakan, banyak penyebab yang membuat perceraian terjadi, seperti faktor ekonomi hingga pihak ketiga yang menggangu sebuah rumah tangga.

"Sebenarnya banyak faktor, tentu perlu kematangan dalam memasuki rumah tangga, faktor utama harus sudah dewasa betul sudah layak, kedua faktor ekonomi, lalu biasanya ada pihak ketiga misalnya mantan pacarnya dulu kembali itu bisa jadi, kemudian keempat sering juga karena faktor keterlibatan mertua atau orang tua, mesti kalau ada masalah, selesaikan dahulu oleh kedua pihak, jangan langsung diadukan,"ungkap Paidi kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Ia menambahkan, dalam hidup berumah tangga perlu kesabaran dan sifat mengalah antara kedua dalam upaya menghadapi kehidupan rumah tangga nantinya.

"Mesti dalam hal tertentu kalau ada masalah sebenarnya dua belah pihak tidak perlu mengadukan langsung ke mertua atau ornag tua, harus adanya kesabaran, jadi salah seorang berkomentar satu harus tenang itu caranya, kedewasaan sangat diperlukan dalam berumah tangga, termasuk faktor lainya, harus memiliki penghasilan yang mapan, walau kecil, yang penting bersyukur, bukan karena banyak sedikit, tetapi bagaimana menciptakan rasa nyaman dan saling mengisi,"ungkapnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved