Breaking News:

Begini Cara Mendapat Kartu Pra-Kerja Presiden Jokowi, Pengangguran dapat Insentif hingga Rp 7 Juta

Pemerintah berencana membagikan kartu pra-kerja yang merupakan kartu bantuan pelatihan vokasi yang akan diberikan kepada pencari kerja

Via Tribunnews
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera merealisasikan janji kampanye lewat program Kartu Pra-Kerja 

BANGKAPOS.COM -Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera merealisasikan janji kampanye lewat program Kartu Pra-Kerja.

Target peluncurannya ditargetkan pada Januari 2020 mendatang.

Kartu Pra Kerja merupakan salah satu program unggulan saat kampanye Jokowi yang diklaim akan diberikan pada 2 juta calon pekerja.

Pemerintah memberikan gambaran, kira-kira besaran gaji yang akan diterima para pengangguran sekitar Rp 300-500 ribu per bulan.

Namun gaji ini rencananya hanya diberikan untuk 3 bulan saja.

Pemerintah berencana mengeluarkan Rp 10 triliun untuk mendukung program kartu Pra-Kerja.

Jokowi
Kartu Pra-Kerja Jokowi (via money.kompas.com)

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah saat rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/11/2019), menjelaskan biaya tersebut termasuk untuk pelatihan dengan perkiraan biaya sebesar Rp 3 juta-Rp 7 juta per orang.

Kemudian, dana tersebut juga dialokasikan untuk membiayai sertifikasi dengan estimasi biaya tertinggi Rp 900.000.

Kemudian, insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 500.000, dan terakhir biaya pengisian survei yang dilakukan tiga kali dan diberikan insentif sebesar Rp 50.000.

"Sehingga, total manfaat per peserta Rp 3.650 juta hingga Rp 7.650 juta," kata Ida.

Total anggaran sekitar Rp 10 triliun tersebut nantinya akan diperuntukkan 2 juta peserta.

Saat ini payung hukum soal kartu Pra-Kerja ini masih dalam proses finalisasi dan semua di bawah kordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian.

"Prosesnya di mana? Saya kira prosesnya sekarang sedang disiapkan landasan hukum perpresnya, draf perpres sedang disusun kelembagaan yang dikoordinasikan Menko Perekonomian," ucap Ida.

Nantinya Kemenaker akan menyediakan sistem info keternagakerjaan terpadu yang siap terintegrasi dengan program kartu Pra-Kerja digital maupun reguler.

Ini Cara Mendapatkan Kartu Pra-Kerja

Pemerintah berencana membagikan kartu pra-kerja yang merupakan kartu bantuan pelatihan vokasi yang akan diberikan kepada pencari kerja, pekerja buruh aktif, dan terkena putus hubungan kerja (PHK) yang membuat peningkatan kompetensi.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah sebut ada delapan cara untuk bisa mendapatkan kartu pra-kerja.

"Jadi desain kartu pra-kerja tidak dicetak secara fisik, namun digital," ucap Ida saat menghadiri rapat dengan komisi IX DPR di Gedung DPR,Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah memaparkan cara mendapatkan Kartu Pra-Kerja Jokowi.

Terdapat delapan tahapan yang harus dilalui jika ingin mendapatkan insentif bagi pengangguran itu.

Sebelumnya, Kartu Prakerja adalah bantuan pelatihan vokasi dari pemerintah yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh aktif, dan/atau pekerja atau buruh yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Pertama, calon peserta harus mendaftarkan diri melalui kemenaker.go.id atau datang langsung ke Balai Latihan Kerja (BLK).

"Prinsip first in first serves. Artinya yang lebih dulu mendaftar akan dapat mengikuti pelatihan vokasi lebih awal dibandingkan yang mendaftar belakangan," ucap Ida.

Kedua, pemerintah akan melakukan proses seleksi secara online. Hasilnya pun akan diumumkan melalui situs Kemenaker.

Ketiga, kalau calon peserta lulus seleksi, mereka perlu memilih lembaga pelatihan vokasi melalui website atau aplikasi.

Keempat, peserta nantinya akan mengikuti pelatihan sesuai pilihan mereka, baik secara tatap muka maupun daring.

Biaya pelatihan berkisar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta akan ditanggung pemerintah.

Kelima, setelah mendapatkan sertifikasi kompetensi dapat mengikuti uji kompetensi, biaya akan disubsisidi dari program kartu pra-kerja hingga Rp 90.000.

Keenam, peserta akan mendapat insentif persiapan melamar pekerjaan sebesar Rp 500.000.

"Karena mereka pencari kerja mereka tidak dalam status finansial untuk mencari lowongan," kata Ida.

Ketujuh, peserta akan memberikan penilaian dan evaluasi proses pelatihan yang telah diikuti.

Kedelapan, peserta harus mengisi survei kepekerjaan yang dilakukan secara periodik untuk mendapat data apakah sudah mendapatkan kerja atau belum.

Tanpa Disadari Racun Berbahaya Sampah elektronik Mengintai Anda Ini Dampak Buruknya

Bukan Sekadar untuk Gaji Pengangguran, Ini Fungsi Kartu Pra-Kerja

Presiden Joko Widodo akan kembali mengeluarkan kartu sakti untuk membantu warga Indonesia mendapat penghidupan yang lebih layak.

Salah satunya adalah Kartu Prakerja. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memastikan kartu ini bisa terakomodasi pada APBN 2020.

Menurut Jokowi, kartu tersebut diberikan bagi anak-anak muda yang baru tamat dari sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau lulusan perguruan tinggi yang akan mencari kerja.

Melalui kartu ini, para lulusan sekolah bisa mendapatkan program pelatihan keterampilan atau vocational training. Pemegang kartu juga akan mendapatkan dana insentif selama program pelatihan.

Namun, tak sedikit yang menyalahartikan peruntukan kartu ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, adanya kartu prakerja bukan berarti sekadar menggaji pengangguran.

Memang diperuntukan bagi yang belum bekerja, tapi fungsinya sebagai penunjang selama proses membentuk keahlian diri sebelum terjun ke dunia kerja.

"Prakerja itu menyiapkan mereka agar bisa masuk ke lapangan kerja. Tapi harus ikut pelatihan dulu.

Suami Tikam Istri Usai Pergoki Selingkuh dan Ciuman dengan Siswa SMA di Kuburan

Jadi bukan unemployment benefit, tapi benar-benar menyiapkan orang ke pasar kerja," ujar Bambang dalam wawancara dengan Kompas.com, Kamis (13/6/2019).

Bisa untuk Kursus Bambang mencontohkan, pemerintah Finlandia memberikan kursus gratis kepada warganya yang mau belajar soal coding, yang mana menjadi bahasa dasar komputer.

Tak heran, Finlandia banyak menghasilkan ahli IT karena dukungan pemerintahnya.

Namun, kursus ditujukkan tak hanya bagi yang ingin menjadi ahli komputer, tapi masyarakat secara umum.

Meski sudah punya keahlian di bidang lain, orang tersebut boleh mencoba mempelajari coding hingga merumuskannya dalam suatu program atau sistem.

Siapa tahu, orang tersebut punya kemampuan menguasainya. "Ini akan menjadi nilai tambah dia, bahwa dia bisa coding.

Sehingga lapangan kerja jadi lebih inklusif, memberikan kesempatan setiap orang untuk menciptakan skill atau reskilling, atau upskilling atau ditingkatkan kualitasnya," kata Bambang.

Nantinya, kata Bambang, Kartu Prakerja akan diarahkan ke sana.

Misalnya, ada siswa lulusan SMA dan sederajat maupun mahasiswa yang baru lulus universitas atau politeknik, bisa ikut pelatihan di bidang tertentu.

Kartu Prakerja nanti diserahkan kepada penyelenggara kursus dan biayanya ditanggung negara melalui kartu sakti itu.

Selesai program pelatihan keterampilan itu, lulusannya akan mendapatkan sertifikat.

"Kalau kursus yang paling penting dia punya sertifikat bahwa dia bisa bekerja apa dengan level apa. Kursus kan tidak langsung jadi profesional, tapi paling tidak sudah menguasai basic-nya," kata Bambang. 

Pensiunan PNS Tewas Tiba-tiba Usai Main Bareng Waria Kenali Lima Penyakit Sebabkan Mati Mendadak

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Jokowi Gaji Pengangguran Rp7 Juta di 2020, Anggaran Rp10 T, Begini Cara Dapatkan Kartu Pra-Kerja!, https://palembang.tribunnews.com/2019/11/21/jokowi-gaji-pengangguran-rp7-juta-di-2020-anggaran-rp10-t-begini-cara-dapatkan-kartu-pra-kerja?page=all.
Penulis: Tria Agustina
Editor: Welly Hadinata

Editor: M Zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved