Gubernur Erzaldi Beberkan Rencana Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman membeberkan rencana pengembangan pelabuhan Pangkalbalam

Gubernur Erzaldi Beberkan Rencana Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam
bangkapos.com/dedy qurniawan
Rapat pimpinan DPRD Babel bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (22/11/2019). 

Gubernur Erzaldi Beberkan Rencana Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman membeberkan rencana pengembangan pelabuhan Pangkalbalam.

Ada dua kawasan yang sudah di-studikelayalakan-kan yakni muara di sisi Air Anyer (Kabupaten Bangka) dan muara di sisi Pangkalpinang.

Perhitungannya, jika di sisi Air Anyer, maka panjang pelabuhan (ke laut) untuk mendapatkan kedalaman ideal untuk kapal besar adalah sejauh tujuh kilometer. Sementara di Pangkalpinang, butuh panjang hanya satu kilometer.

Erzaldi mengatakan, Pangkalpinang sudah membuat Survey Investigasi Design (SID) dan akan dilanjutkan sampai tahal Detail Enginering Design (DED)-nya. "Kalau SID, DED nya klir, selesai, insyaallah kita bisa menganggarkan pembangunan bersama-sama pemerintah pusat (Kemenhub) untuk membangun yang Pangkalpinang dulu," katanya.

Erzaldi mengatakan, dirinya juga sudah menawarkan kepada Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang semacam prasyarat jika pelabuhan Pangkalbalam akan dikembangkan. Prasyarat itu adalah terintegrasi dengan kawasan Industri.

Menurut Erzaldi prasyarat ini dimungkinkan di dua kabupaten kota. "Dan Pangkalpinang pun sudah membuat kawasan industri tersebut, mereka punya cadangan tanah sekitar 200 hektare milik Kramayuda dan kawan-kawan. Di Bangka, kurang lebih sekitar 170 hektare, namun ini masih bermasalah," katanya.

Kawasan industri ini penting. Kabupaten kota juga harus memfokuskan pendirian pabrik-pabrik mereka di kawasan industri.

Erzaldi menyontohkan, kasus PT BAA yang mencuat belakangan karena menimbulkan bau kepada warga sekitar adalah pentingnya fokus izin pabrik hanya di kawasan industri.

"Untuk memudahkan investasi, jangan lagi ada investasi-investasi di luar kawasan yang ditetapkan. Terkait PT BAA, itu berdiri di kawasan industri atau tidak, saya tidak tahu jawabannya, silakan jawab Kabupaten Bangka," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved