Advertorial

Jadikan Balita yang Sehat Dimulai Dari Keluarga

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Lomba Balita Sehat Tahun 2019

Jadikan Balita yang Sehat Dimulai Dari Keluarga - dinkes-provinsi-kep-babel.jpg
ist/Dinkes Provinsi Kep. Babel
DINAS Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Lomba Balita Sehat Tahun 2019
Jadikan Balita yang Sehat Dimulai Dari Keluarga - balita-sehat.jpg
ist/Balita Sehat
Balita sehat mengikuti lomba yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Prov. Babel

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Lomba Balita Sehat Tahun 2019. Mengusung tema Anak Indonesia Sehat, Cerdas, Bebas Stunting, lomba yang diikuti 14 peserta dari kabupaten/kota di Babel itu digelar di Ballroom Hotel Bangka City Pangkalpinang, Kamis (21/11).

Selain itu juga digelar sosialisasi gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan menghadirkan narasumber Zenderi Wardhani ahli gizi dan Peran TP PKK Babel dalam Pencegahan Stunting disampaikan Hj Melati Erzaldi Ketua TP PKK Babel.

Ketua TP PKK Babel Hj Melati Erzaldi mengatakan PKK merupakan mitra pemerintah termasuk Dinas Kesehatan Babel.

Menurutnya, peran PKK bagaimana menjadikan balita dan bayi yang sehat itu dimulai dari keluarga yaitu dari ibunya.

“Kami punya peran untuk menyampaikan serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada keluarga, bagaimana dapat menciptakan pola asuh anak yang baik termasuk pada pola makan yang baik, “ ungkapnya.

Bahkan menurut Hj Melati dalam keluarga menciptakan menu yang bergizi dan berimbang. Dimana kata Melati bila menciptakan bayi yang sehat dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Karena saat 1.000 HPK ini, seorang anak dalam janin yang bisa dikawal untuk tidak terkena stunting.
Dijelaskan Melati bahwa lomba balita sehat bukan hanya seremonial, namun menjadi parameter dan barometer sejauh mana program kesehatan ibu, bayi dan anak itu berjalan di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Babel drg Mulyono menjelaskan program kesehatan nasional mengacu pada balita. Menurut Mulyono, balita merupakan usia-usia yang menjadi dasar pertumbuhan selanjutnya.

Mulyono menambahkan berbicara masalah stunting itu sampai usia dua tahun. Sehingga dalam lomba balita usia 6-24 bulan dan usia 2-5 tahun.
“Ini tidak hanya pada anaknya saja, tapi juga pada ibunya serta bagaimana tumbuh kembang anaknya,” jelas Mulyono.

Dalam lomba balita di­tambahkan Mulyono juga dilihat bagaimana pengembangan psikis, keaktifannya, imunisasi serta kesehatan secara keseluruhan.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved