Kemenag Bangka Sudah Terapkan Bimbingan ke Calon Pasangan Sebelum Menikah

Pemerintah telah mewajibkan para pasangan yang hendak menikah memiliki sertifikat atau surat keterangan telah mengikuti pelatihan pra mereka menikah.

Kemenag Bangka Sudah Terapkan Bimbingan ke Calon Pasangan Sebelum Menikah
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka, Paidi. 

Kemenag Bangka Sudah Terapkan Bimbingan ke Calon Pasangan Sebelum Menikah

BANGKAPOS.COM - Pemerintah telah mewajibkan para pasangan yang hendak menikah memiliki sertifikat atau surat keterangan telah mengikuti pelatihan pra mereka menikah.

Aturan itu diwacanakan akan diterapkan pada 2020 nanti, namun Kemenag Kabupaten Bangka telah melakukan hal itu, sebanyak dua angkatan telah mereka berikan bimbingan sebelum pasangan ini melakukan pernikahan.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka, Paidi mengatakan, tujuan dilakukan bimbingan teknis pra nikah untuk memberikan ilmu dan pematangan calon pasangan sebelum mereka menjalankan kehidupan.

"Tujuan untuk pematangan calon pengantin memasuki rumah tangga biar matang, siap lahir dan batin, kuta ikut sertakan sesuai dengan Undang-undang perkawinan nomer 16 tahun 2019, usia perkawinan semakin di tambah, wanita 19 tahun dan laki-laki 19 tahun aturan terbaru mereka sudah tamat SLTA, dibawah itu tidak dibolehkan kecuali ada keputusan Pengadilan Agama, orang tua terpaksa menikahkan anaknya yang masih dibawah umur,"ungkap Paidi kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Kedepan, Paidi mengatakan mereka akan lebih memperkuat, bimbingan ini dengan melibatkan dinas lainya semisal Dinas Kesehatan dan Disdukcapil dalam menerangkan masalah reproduksi dan pembuatan surt dan akta yang diperlukan dalam berumah tangga.

"Tentunya perlu edaran untuk pelaksanaan kita tinggal memperkuatnya, itu bertujuan untuk memperluas komunikasi kita sinergitas dengan Dinkes, Dukcapil pihak lain terkait. Kita sudah angkatan ketua melakukan pembekalan calon pengentin, sebelum dua minggu atau tiga minggu sebelum menikah kita kumpul di Kemenag Bangka, yang telah ikut sebanyak 15 pasang perempuan dan laki-laki, dan angkatan kedua juga 15 pasang, lalu Senin ini angkatan ketiga, untuk sementara jumlahnya terbatas kita hanya perwakilan masing-masing Kecamatan,"ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam mengikuti pelatihan sebelum menikah, pihak Kemenag memberikan materi yang berkaitan dengan undang-undang pernikahan dan tantangan yang harus dilalui setelah menikah.

"Materinya rerkiat Undang-undang perkawinan lalu terkait persiapan pernikahan, cara menghadapi tantangan kehidupan ,menciptalan harmonisasi kehidupan, menciptalan keluarga yang berkah kedepan dengan nilai moral dalam keluarga betul di bekali,"lanjutnya.

Lanjut, Paidi bimbingan ini diwajibkan untuk para pasangan untuk mendapatkan sertifikat atau surat keterangan telah mengikuti pembekalan atau bimtek sebelum menikah.

"Ini penting mereka harus hadir, karena ada sedikit ilmu yang bisa didapatkan, sebenarnya di wajibkan, tetapi kita sementara baru kita Kemanag Bangka,"ujarnya.

Ia menyebutkan, selama ini pihak Kemanag juga telah melakukan pembeklan terhadap calon pengantin yang menikah di KUA dengan diberikan pencerahan oleh para penyuluhnya.

"Untuk pelaksanaan selama ini ada pembekalan untuk calon pengantin di KUA, sudah lama ada, tetapi waktu terbatas kalau ini dua hari untuk mendapat sertifikat dan surtat keterangan telah ikut diklat calon pengantin,"tukasnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved