Masyarakat Tempilang Sulit Dapat BBM Subsidi, Anggota Dewan Ini Minta Gubernur Bangun SPBU
Masyarakat harus membeli BBM keluar daerah dan dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.
Penulis: Hendra | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Program pemerintah yang menetapkan BBM satu harga dan disubsidi tidak dirasakan oleh sebagian masyarakat di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain dikarenakan dimonopoli oleh oknum, juga tidak semua daerah ada SPBU.
Masyarakat harus membeli BBM keluar daerah dan dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.
Salah satunya masyarakat di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.
Harga BBM bersubsidi di Kecamatan Tempilang dan sekitarnya dijual seharga Rp 10.000 per liter.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Babel, Heryawandi dalam rapat koordinasi pimpinan di DPRD Propinsi Kep Bangka Belitung, Jumat (22/11/2019).
“Sulit bagi masyarakat kita untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Pemerintah kan sudah menetapkan harga BBM satu harga, tapi masyarakat Tempilang membeli BBM bersubsidi per liter Rp 10.000,” kata Heryawandi.
BBM bersubsidi dijual secara eceran. Pedagang eceran harus membeli BBM bersubsidi ke SPBU dengan jarak yang cukup jauh.
Dan bukan hal baru lagi, setiap hari banyaknya antrian pengerit BBM di SPBU.
Harga subsidi yang dijual di SPBU, kemudian dijual lagi ke masyarakat dengan harga yang lebih mahal.
Untuk di Kecamatan Tempilang sendiri hingga saat ini belum ada SPBU.
Padahal bila ada SPBU di Kecamatan Tempilang, masyarakat bisa menikmati dan merasakan BBM bersubsidi satu harga dari pemerintah.
“Kalau bisa kita minta pemerintah membantu membangun SPBU atau mengundang investor untuk membangun SPBU di Tempilang. Sedangkan untuk pembeliannya agar bisa dirasakan oleh masyarakat tetap harus diawasi,” ujar Heryawandi. (Wartawan Bangka Pos / Hendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-pimpinan-di-dprd-propinsi-kepulauan-bangka-belitung.jpg)