Advertorial

Pangkalpinang Raih Swasti Saba dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganugerahkan penghargaan Swasti Saba Padapa untuk Kota Pangkalpinang

Pangkalpinang Raih Swasti Saba dari Kemenkes - pemkot-pangkalpinang-1.jpg
ist/Pemkot Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang mendapatkan penghargaan Swasti Saba
Pangkalpinang Raih Swasti Saba dari Kemenkes - pemkot-pangkalpinang-2.jpg
ist/Pemkot Pangkalpinang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganugerahkan penghargaan Swasti Saba Padapa untuk Kota Pangkalpinang
Pangkalpinang Raih Swasti Saba dari Kemenkes - piagam-penghargaan-3.jpg
ist/Piagam Penghargaan
Piagam penghargaan Swasti Saba

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganugerahkan penghargaan Swasti Saba Padapa untuk Kota Pangkalpinang.Penghargaan diberikan atas keberhasilan dalam menyelenggarakan Kabupaten/Kota sehat tahun 2019 untuk klarifikasi taraf pemantapan.

Kota Pangkalpinang untuk penghargaan Swasti Saba merupakan yang pertama kali diraih oleh “Kota Beribu Senyuman” ini.
Asisten satu pembangunan, perekonomian dan Kesra, Suparyono mengatakan penghargaan tersebut merupakan perjuangan keras dari forum kota sehat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Penghargaan ini yang dinilai MCK, rumah layak huni dan ini kompleks yang dinilai. Kalau tentang Adipura ini lebih tinggi dan Ini merupakan penghargaan tertinggi dari kementerian kesehatan,” ujar Suparyono.

Kota Pangkalpinang masuk delapan besar, dari 177 Kabupaten/Kota yang juga menerima penghargaan Swasti Saba Padapa yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Lebih lanjut Suparyono mengatakan kota sehat juga merupakan komitmen dari Walikota Pangkalpinang, Forkopimda dan OPD terkait.

“Setiap kepala daerah harus lebih berkomitmen untuk menciptakan kota sehat. Saat ini kita masih berada di tingkat dasar, tapi 2021 kita akan kejar tingkat lanjutan. Kami meminta kepada masyarakat dengan penghargaan ini adalah suatu perjuangan bersama yang dikoordinir oleh walikota Pangkalpinang,” lanjutnya.

Sementara itu Kasi Kesehatan lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Widya Eka Sari mengatakan terdapat beberapa titik yang dijadikan penilaian untuk dapat meraih penghargaan Swasti Saba.

“Ada beberapa tempat yang dijadikan penilaian seperti Girimaya, ruang terbuka lapangan golf, Puskesmas Girimaya, Bangka Botanical Garden, Aroma Laut dan beberapa tempat lainnya,” kata Widya.

Penilaian Kementerian Kesehatan untuk penghargaan Swasti Saba yaitu dibagi menjadi dua level.
Pertama sarana dan prasarana umum yang menyangkut kualitas udara, kemudian tata kehidupan sosial bermasyarakat.

“Penghargaan Ini fokus kepada pencapaian-pencapaian dua tahun terakhir. Dalam kegiatan tersebut dituntut invovasi, kemarin kita mengajukan empat inovasi. Dua inovasi dibidang kesehatan di puskesmas kacang pedang dan air hitam, serta dua lagi di masyarakat termasuk pengolahan sapi pembuatan biogas dari BBG dan disetujui oleh tim penilai,” katanya.

PLT Dinas Kesehatan, Suriyanto mengungkapkan untuk penghargaan ini dapat dimaksimalkan dan dapat kembali diraih pada tahun 2021.

“Kerjasama antar OPD sangatlah penting, karena saling berkaitan. Dinas kesehatan menjadi corong. Kedepan langkah pertama bersama OPD langsung kembali berkerja. Hal ini karena sangat singkat ke 2021, jadi penilaian itu dua tahun dan itu dimulai dari sekarang,” tutup Suriyanto. 

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved