Advertorial

Proficiat dan Selamat STMIK Atma Luhur Masuk Klaster Madya

Kemenristekdikti Republik Indonesia kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia

Proficiat dan Selamat STMIK Atma Luhur Masuk Klaster Madya
Logo STMIK Atma Luhur
Logo STMIK Atma Luhur 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019.

Klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti untuk memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.

“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia. Dorongan ini menjadi sangat penting. Kalau kita sudah sampaikan ini, kita bisa lakukan pemetaan. Tujuannya pemetaan perguruan tinggi Kemenristekdikti bagaimana membuat kebijakan masing-masing yang ada di perguruan tinggi nanti, supaya nanti ke depan kita bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas,” ungkap Kemenristekdikti.

Dalam rangka mengapresiasi beberapa perguruan tinggi dengan ranking tertinggi, Kemenristekdikti saat ini mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan ‘endowment fund’ atau dana abadi untuk dialokasikan bagi riset di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Kemenristekdikti menegaskan kembali tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), yang terpenting adalah kualitasnya. Kinerja dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat itu yang terpenting ditingkatkan.

Pemeringkatan Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output – Outcome Base, yaitu dengan melihat Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi Kinerja Output (25%), dan Outcome (35%). Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman terutama di era industri 4.0 dan kebutuhan tenaga kerja.

“Dengan perubahan penilaian kinerja perguruan tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan perguruan tinggi didorong untuk lebih menekankan produk atau luaran pendidikan tinggi yang berkualitas yaitu dengan pemberian bobot output yang lebih besar dari bobot input,” harap Kemenristekdikti.

Klasterisasi Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Penelitian periode tahun 2016 – 2018 yang masuk pada klaster Mandiri, Madya, dan Binaan. Berdasarkan surat keputusan Dirjen Penguatan Risbang nomor B/5678/E1.2/H.M.00.03/2019 tanggal 13 November 2019.

Dengan naik tingkatnya klasterisasi kampus STMIK Atma Luhur dari klaster binaan dan sekarang masuk klaster madya, menjadi prestasi yang luar biasa buat seluruh dosen-dosen STMIK Atma luhur dalam bidang penelitian maupun dalam bidang yang lainnya. STMIK Atma Luhur juga mendapatkan prestasi kampus swasta terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung versi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 2 Palembang. (Adv)

Peringkat Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Penelitian:
245. Universitas Bangka Belitung (Klaster Madya)
390. STMIK ATMA LUHUR (Klaster Madya)
497. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Klaster Madya)
1183. STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung (Klaster Binaan)
1207. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pertiba (Klaster Binaan)
1510. STIKES Citra Delima Bangka Belitung (Klaster Binaan)
1610. STISIPOL Pahlawan 12 (Klaster Binaan)
1617. Akademi Manajemen Belitung (Klaster Binaan)
1719. Akademi Keperawatan Pangkalpinang (Klaster Binaan)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved