Sekolah di Bangka Belitung Ini Perbolehkan Siswa Belajar Pakai Smartphone, Yuk Intip Aktivitasnya

Tak perlu waktu lama untuk Yuliana mempelajari cara belajar menggunakan aplikasi di perangkat tersebut. Gibran rekan Yuliana rupanya merasakan hal yan

Sekolah di Bangka Belitung Ini Perbolehkan Siswa Belajar Pakai Smartphone, Yuk Intip Aktivitasnya
Bangka Pos/Teddy Malaka
Pelajar di SMA Santo Yosef belajar di kelas menggunakan gawai (gadget). Samsung membuka kelas digital Samsung Smart Learning Class (SSLC) di SMA Santo Yosef, Kamis (21/11/2019). 

KETIKA banyak sekolah melarang siswa membawa gawai (smartphone) ke dalam kelas, Samsung membuatnya menjadi berbeda. Di SMA Santo Yosef, gawai tak lagi sekadar diuganakan untuk menelepon, berwelfie atau pun main game, tetapi digunakan untuk belajar.

ADA yang beda dari ruang kelas di lantai tiga SMA Santo Yosef Pangkalpinang pada Kamis (21/11/2019). Ketika para siswa di kelas lainnya sedang sibuk dengan buku pelajaran, para siswa di ruang kelas tersebut lebih sibuk pada gawai atau gadget.

Di ruangan tersebut, papan tulis putih berjejer dengan dua layar televisi ukuran 55 inchi. Di ruangan yang ber-AC itu, para siswa membentuk kelompok, mereka duduk saling berhadap-hadapan.

Yuliana, satu di antara siswi yang berada di dalam ruang kelas itu tampak seksama memperhatikan Galaxy Tab A with S Pen di atas meja. Tangannya telaten menggunakan pen saat ia berusaha membuat grafik.

“Ini lebih mudah, kalau di buku kan harus digambar dahulu grafiknya, kalau di sini (tablet) itu nggak perlu lagi,” kata Yuliana.

Tak perlu waktu lama untuk Yuliana mempelajari cara belajar menggunakan aplikasi di perangkat tersebut. Gibran rekan Yuliana rupanya merasakan hal yang sama.

“Ini lebih menarik dan mudah bagi siswa. Saya mudah mencari soal yang lebih baru. Aplikasi ini membantu saya memecahkan soal,” kata dia.

Yuliana, Gibran dan siswa lainnya di SMA Santo Yosef beruntung sekali ketika Samsung melalui program Samsung Smart Learning Class (SSLC) membangun kelas digital pertama di Bangka di sekolah ini.

Servasius Samuel, Ketua Yayasan Tunas Karya, yayasan yang menaungi 44 sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau mengungkapkan sekolah mereka sangat beruntung ketika Samsung mengajak berkolaborasi.

“Ini kolabirasi yang baik. Kami memiliki pasion yang sama, bagaimana memberikan pelayanan pendidikan yang unggul dan terdepan,” kata Samuel,

Halaman
12
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved