Berita Pangkalpinang

Usia Minimal Menikah Perempuan dari 16 Menjadi 19 Tahun, Laki-laki Tetap 19 Tahun

pemerintah resmi mengesahkan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Usia Minimal Menikah Perempuan dari 16 Menjadi 19 Tahun, Laki-laki Tetap 19 Tahun
bangkapos.com/Edwardi
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, H Firmantasi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, H Firmantasi mengungkapkan tanggal 14 Oktober 2019 lalu.

Pemerintah resmi mengesahkan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Salah satu perubahan penting undang-undang ini yaitu pada pasal 7 yang mengatur tentang batas minimal usia menikah," kata H Firmantasi, Jumat (22/11/2019).,

Dijelaskannya, jika sebelumnya dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa batas usia minimal menikah bagi laki-laki ialah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

"Dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 ini diatur bahwa batas minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan yang akan menikah berada pada usia 19 tahun," ujarnya.

Dilanjutkannya, berdasarkan undang-undang tersebut, maka pernikahan yang dilaksanakan dengan usia pasangan di bawah batas minimal tersebut, diharuskan meminta dispensasi kepada pengadilan agama disertai bukti pendukung yang cukup

"Dengan batas usia dimaksud, calon pengantin dinilai telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan mendapat keturunan yang sehat dan berkualita" tukasnya

Diharapkannya kenaikan batas umur yang lebih tinggi dari 16 tahun bagi wanita untuk menikah akan membuat laju kelahiran yang lebih rendah dan menurunkan resiko kematian ibu dan anak.

"Selain itu juga dapat terpenuhinya hak-hak anak sehingga mengoptimalkan tumbuh kembang anak termasuk pendampingan orang tua serta memberikan akses anak terhadap pendidikan setinggi mungkin,” tukas Firmantasi.

Diharapkannya agar para Kepala dan staf KUA di wilayah Kota Pangkalpinang dapat lebih intensif memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait batas minimal usia menikah ini, sehingga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya pernikahan dibawah batas usia minimal.

“Sosialisasi tersebut bisa dilakukan dengan melibatkan Penyuluh Agama Islam di wilayah Kecamatan masing-masing, atau dengan cara memasang baliho yang berisi pemberitahuan terkait pemberlakuan batas minimal usia menikah tersebut di KUA masing-masing,” ujarnya.

(bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved