VIDEO: Serunai Khas Bangka Belitung Berusia 400 Tahun dan Terancam Punah

Serunai, yang selama ini populer dikenal sebagai alat musik khas Minangkabau, ternyata sudah ada 400 tahun di Kepulauan Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM-  Bunyi serunai yang ditiup Sabiin (56), warga Parangbuluh, Membalong, Kabupaten Belitung, mengisi acara pengukuhan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM).

Serunai, yang selama ini populer dikenal sebagai alat musik khas Minangkabau, ternyata sudah ada 400 tahun di Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Membalong, Belitung. 

Eksistensinya terancam punah. Sabiin adalah satu dari dua saja pemain alat musik ini yang masih eksis di Bangka Belitung. 

Dia mengatakan, alat musik ini kerap mengiringi permainan Beripat Beregong di Pulau Belitung.

Beripat Beregong adalah permainan tradisional di mana pemainnya saling adu libas bilah rotan.

Serunai yang ditiup Sabiin terbuat dari kayu Bulin. Di Belitung, alat musik ini diperkenalkan oleh Tuk Biduk.

Biasanya digunakan untuk mengiringi acara Beripat Beregong. Aslinya dari Parangbuluh.

Sabiin mengatakan, memang sudah tak banyak yang memainkan alat musik ini.

Ia sendiri diwarisi keluarganya dan merupakan keturunan kelima.

Sabiin berharap ke depan alat musik ini tidak punah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta LAM Babel segera menginventarisasi perkakas-perkakas adat di Bangka Belitung, Serunai satu di antaranya.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved