CPNS 2019

Indonesia Butuh 650 Ribu Tenaga Terampil Digital per Tahun, Empat Kali Lipat dari Kuota CPNS 2019

Indonesia di era digitalmembutuhkan 650 ribu tenaga terampil digital per tahun. Ini berarti, empat kali lipat dari 152 ribu kuota seleksi CPNS 2019

Indonesia Butuh 650 Ribu Tenaga Terampil Digital per Tahun, Empat Kali Lipat dari Kuota CPNS 2019
bangkapos.com/Dedi Qurniawan
Foto bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan berbagai pihak terkait pada acara Festival TIK Bangka Belitung 2019 di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, Sabtu (23/11/2019). 

Indonesia di era digitalmembutuhkan 650 ribu tenaga terampil digital per tahun. Ini berarti, empat kali lipat dari 152 ribu kuota seleksi CPNS 2019

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Indonesia di era digital saat ini membutuhkan 650 ribu tenaga terampil digital per tahun. Ini berarti, empat kali lipat dari 152 ribu kuota seleksi CPNS 2019.

Soal kebutuhan tenaga terampil ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo ) pada acara Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bangka Belitung 2019 di STMIK Atma Luhur, Sabtu (23/11/2019). Acara itu juga dihadiri perwakilan sejumlah kampus di Indonesia.

Niken mengatakan, perkembangan digital di Indonesia begitu masif. Tercatat ada 171 juta warga Indonesia pengguna internet.

"Ini kami harapkan bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Jangan sampai yang terjadi justru adalah dampak negatifnya," kata Niken kepada sejumlah wartawan di acara tersebut.

Tenaga terampil digital diharapkan bisa membantu masyarakat memanfaatkan internet untuk hal-hal produktif. Pemasaran produk UMKM, pariwisata, fashion, kuliner adalah beberapa di antara sektor yang bisa ditingkatkan lewat digital.

"Pandu digital bisa membantu mengaplikasikan perkembangan teknlogi kepada masyarakat. Bisa juga membantu desa membuat aplikasi yang dibutuhkan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Dalam sambutannya, Niken menyebut tenaga terampil digital diperlukan untuk banyak hal saat ini. Satu di antaranya adalah pendampingan UMKM Go Digital.

Dari target tiga juta UMKM dalam limat tahub, saat ini UMKM yang sudah masuk market place digital sudah mencapai 8 juta UMKM.

"Jadi perkembangannya luar biasa," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved