Berita Sungailiat

Usung Program PEDAKE, Nurmala Dewi Hernawati Mendapat Penilaian Tim Penilai Independen

Aktivis Perempuan dan Anak, Nurmala Dewi Hernawati tidak menyangka mendapat kunjungan Tim Penilai Inovasi Partisipasi Lembaga Masyarakat

Usung Program PEDAKE, Nurmala Dewi Hernawati Mendapat Penilaian Tim Penilai Independen
(Bangkapos.com/Nurhayati)
Tim Penilai Inovasi Partisipasi Lembaga Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama Ketua Yayasan Nur Dewi Lestari, Nurmala Dewi Hernawati, Kasi Pembinaan Lapas Kelas IIB Bukit Semut Sungailiat Al Ihsan berfoto bersama di depan Lapas Kelas II B Bukit Semut Sungailiat, Sabtu (23/11/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Aktivis Perempuan dan Anak, Nurmala Dewi Hernawati tidak menyangka mendapat kunjungan Tim Penilai Inovasi Partisipasi Lembaga Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sabtu (23/11/2019).

Kedatangan tim penilai independen tersebut untuk menilai langsung kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang mengikuti kompetisi inovasi pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak oleh lembaga masyarakat/masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Program inovasi yang diusungnya yakni PEDAKE kepanjangan dari Penyuluhan dan Keterampilan.

"Saya merasa senang kok bisa mendapat penilaian dari tim penilai. Padahal hanya mengisi saja coba-coba ikut kompetisi inovasi," kata Dewi kepada Bangkapos.com di kediamannya.

Ia mengetahui adanya kompetisi inovasi ini dari rekannya di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Di tengah waktu yang terbatas hanya tersisa tiga hari, ia mempersiapkan proposal untuk mengikuti kompetisi inovasi tersebut.

Diakui Nurmala Dewi Hernawati, dibawah Yayasan Nur Dewi Lestari yang dipimpinnya ini sudah sejak tahun 2015 secara resmi bekerja sama dengan Lapas Kelas II B Bukit Semut, Sungailiat untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada warga binaan di lembaga permasyarakatan tersebut.

"Kerja sama dengan pihak lapas sudah lama tapi resminya dilakukan MoU sejak tahun 2015. Kami memberikan pelatihan mengayam, merajut, tataboga dan menjahit," jelas Dewi.

Selain itu ia juga memberikan motiviasi dan penyuluhan kepada warga binaan di lapas.

Dewi sangat konsen memberikan motivasi dan semangat kepada para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, traficking, anak berhadapan dengan hukum, korban pelecehan seksual dan lainnya agar mereka bangkit kembali menjalani hidup.

"Mereka sekarang banyak yang sudah mandiri, bisa jualan kue, kemplang, kretek dan sebagainya. Dia termotivasi, mandiri dan diterima oleh lingkungan dan tidak dibully," kata Dewi.

Dia berharap dengan mengikuti event kompetisi inovasi tingkat nasional ini bisa meraih penghargaan tersebut.

Kasi Pembinaan Lapas Kelas IIB Bukit Semut Sungailiat Al Ihsan membenarkan pihaknya sudah lama bekerjasama dengan Yayasan Nur Dewi Lestari yang memberikan pelatihan keterampilan kepada para warga binaan khususnya bagi perempuan.

"Kita jalin kerjasama dituangkan dalam MOU. Karena memang warga binaan butuh untuk diberi keterampilan agar mereka punya kegiatan dan menyerap ilmu itu sehingga bisa diterapkan jika bebas nanti," jelas Ihsan.

Ia bersyukur para warga binaan yang diberi pelatihan keterampilan yang dilatih seperti merajut ini sudah dipasarkan baik di kalangan internal maupun di luar lapas seperti mengikuti pameran.

(Bangkapos.com/Nurhayati)

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved