Berita Sungailiat

Gaji Guru Honorer Hanya Rp 1,1 Juta Perbulan,Hendri Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Mereka

Persoalan kesejahteran guru honorer dirasakan masih menjdi persoalan klasik di setiap daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Bangka.

Gaji Guru Honorer Hanya Rp 1,1 Juta Perbulan,Hendri Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Mereka
Bangkapos.com/Riki Pratama
Hendri Royasman, guru honorer di SDN 32 Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Persoalan kesejahteran guru honorer dirasakan masih menjdi persoalan klasik di setiap daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Bangka.

Dalam momentum peringatan hari guru ini, masih banyak pegawai honorer guru yang telah lama mengabdi namun soal kesejahteraanya belum juga diperhatikan,

Mereka tentunya, sangat mengharapkan kenaikan gaji, maklum saja, gaji guru honorer para pahlawan tanpa tanda jasa ini berkisar hanya Rp 1.100.000 perbulannya.

Seperti yang dikatakan, Hendri Royasman, Guru Honorer di SDN 32 Sungailiat, Kabupaten Bangka ini, ia telah sembilan tahun mengabdi menjadi guru honorer.

Selama ia mengajar, ia hanya mendapatkan upah Rp 1.100.000 setiap bulannya, yang ia gunakan untuk menghidupi satu istri, dan dua anaknya yang masih kanak-kanak.

"Sudah sejak 2010, saya mengajar, gaji yang didapat ya di cukup-cukupilah untuk kebutuhan hidup, saya menghidupi satu istri, dan dua anak, satu anak saya masih TK dan satu usia baru dua tahun," ungkap Hendri kepada Bangkapos.com, Senin (25/11/2019) ditempat kerjanya.

Hendri mengakui, dengan gaji yang hanya Rp 1.100.000 perbulannya, dirasakan kurang, namun ia katakan serba dicukup-cukupan, untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.

"Gaji segitu ya belanja sesuai dengan kebutuhan saja, sesuai pendapatan jangan di paksakan, atau istilahnya jangan besar pasak dari pada tiang, kalau usaha lain, paling ke kebon, ya kita serba berkecukupan dan di cukup cukupan," jelas Hendri.

Tentunya, dengan memperingati momen hari guru ini, ia mengharapkan pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru honorer, karena kerja dan beban guru honorer dianggap sama dengan pegawai negeri dalam upaya mendidik generasi bangsa.

"Mungkin kami minta guru honorer diperhatikan kesejahteraanya, karena beban kerja guru honorer sama dengan PNS, tentunya harapan kami semoga kesejahteraan kami diperhatikan, karena ini bisa menjadi semangat dan fokus kami dalam mengajar nantinya," harap Hendri.

Lebih jauh Hendri mengatakan, usianya saat ini masih menginjak 33 tahun, sehingga masih memiliki kesempatan untuk ikut pendaftaran CPNS. Untuk itu dia mengharapkan bisa mengubah nasib mereka menjadi pegawai Negeri.

Kepala Sekolah SDN 32 Sungailiat, Yunini mengatakan, untuk jumlah guru di sekolahnya berjumlah 18 orang, terdiri dari 9 PNS dan 9 honorer.

Dia sngat mendukung, perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer, yang dirasakan sangat kurang dari kata sejahtera, bila dibandingkan dengan guru PNS yang telah sejahtera dari penghasilanya.

"Kesejahteraan guru honorer ini memang harus di perhatikan, karena mereka hanya menerima gaji bulanan saja, tidak ada lainya, berbeda dengan guru PNS yang dianggap lebih sejahtera, mereka ini memiliki beban dan tugas yang sama dalam mengajar,"ungkapnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved