UILS Bangka Belitung Sebagai Tempat Pendidikan Penyandang Disabilitas

Unit Informasi dan Layanan Sosial (UILS), Dinas Sosial, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu tempat bagi warga

UILS Bangka Belitung Sebagai Tempat Pendidikan Penyandang Disabilitas
Bangkapos/Nordin
Penyandang disabilitas mental (PDM) bersama kader di UILS Bangka Belitung 

UILS Bangka Belitung Sebagai Tempat Pendidikan Penyandang Disabilitas

BANGKAPOS.COM - Unit Informasi dan Layanan Sosial (UILS), Dinas Sosial, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu tempat bagi warga yang mengalami gangguan mental atau penyandang disabilitas mental (PDM).

Di Bangka Belitung UILS mulai benar-benar aktif sejak 2018, namun masih berpindah tempat, tahun ini mereka telah memiliki rumah sebagai tempat pembelajaran yakni di jalan RE. Martadinata Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang atau di samping MIN I Pangkalpinang.

Darmayani, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kemasyarakatan (TKSK), menyampaikan, saat ini ada sekitar 35 penyandang disabilitas mental yang pihaknya bina, semuanya berasal dari Pangkalpinang.

Dalam seminggu pihaknya rutin melaksanakan kegiatan, mulai Senin sampai Jumat, seperti keterampilan, siraman rohani, olahraga, pertanian, cek kesehatan, rekreasi, lomba dan sebagainya.

"UILS ini sebetulnya sudah lama ada, tapi 2018 setiap melakukan pertemuan belum miliki tempat yang pasti seperti by park atau tempat lainnya, tapi sekarang kami sudah teratur, ada jadwal, jam, tempat juga, semakin baiklah," kata Darmayanti

Dia menerangkan, UILS kini semakin baik, pada masa awal mereka hanya memiliki beberapa orang kader, sekarang sudah hampir 30 orang, berbagai kegiatan juga difasilitasi oleh pemerintah.

UILS memiliki tujuan untuk tidak membedakan antara orang normal dan penyandang disabilitas mental, dalam arti mereka sama dalam segala hal.

" Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu, pemerintah terutama baik provinsi maupun kota, dan lainnyalah," sambung Danu Miharja, TKSK Kecamatan Gerunggang

Danu mengatakan, jika ada masyarakat yang memiliki gangguan mental, mereka tidak perlu malu atau sungkan untuk menitipkan keluarga atau saudaranya di UILS.

Diapun berharap penyandang disabilitas mental memperoleh kedudukan yang sama dengan masyarakat lainnya, baik itu pendidikan, keluarga, pelayanan dan lainnya.

Sementara orang tua salah seorang penyandang disabilitas mental, Yahani mengatakan, sejak bergabung di UILS anaknya yang memiliki gangguan mental kini telah berangsur-angsur kenal dengan dirinya, kemudian rajin ibadah dan mau membantu pekerjaan rumah.

Awalnya, sebelum masuk ke UILS, anaknya pemurung, hanya mau di kamar dan tidak ingat dirinya sendiri apalagi dengan lingkungannya dan teman-temannya.

"Kami sangat bersukur, anak kami Purnawati sekarang sudah mau bantu mengerjakan pekerjaan rumah, nyapu, solat juga, awalnya sangat berat menerima anak dengan gangguan mental, tapi adanya UILS ini sangat membantu dan luar biasa," sebutnya

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved