Berita Pangkalpinang

317 KK Peserta BPJS Kesehatan di Kota Pangkalpinang Mengajukan Turun Kelas

Jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kota Pangkalpinang yang turun kelas sebanyak 317 KK (Kartu Keluarga).

317 KK Peserta BPJS Kesehatan di Kota Pangkalpinang Mengajukan Turun Kelas
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ka Bidang Kepersertaan dan Pelayanan Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Yulis Dina Natalia saat media gathering. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ka Bidang Kepersertaan dan Pelayanan Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Yulis Dina Natalia mengatakan sampai saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kota Pangkalpinang yang turun kelas sebanyak 317 KK (Kartu Keluarga).

"Kunjungan peserta saat ini ke kantor BPJS Kesehatan Pangkalpinang hampir 200 sehari, 20 adalah untuk turun kelas. Sebanyak 317 KK di kota Pangkalpinang, kalau jiwa kami kurang tau karena kita berdasarkan KK. Untuk data se-Babel kita belum ada rekapanan tapi potret kota Pangkalpinang segitu," ungkap Yulis Dina saat berdiskusi dalam acara Media Gathering, Selasa(26/11/2019).

Ia juga mengatakan tidak mempermasalahkan peserta turun kelas sebab lebih baik turun kelas asalkan tidak menunggak pembayaran.

"Kita punya total 166 ribu peserta menunggak atau kurang lebih 80 Miliar. Kita bandingkan dengan dia (peserta-red) pilih kelas I tapi menunggak atau dia pilih kelas III tapi rutin bayar. Itu sebenarnya pradigmanya. Kalau peserta turun kelas apakah BPJS akan miss match sebenarnya sudah diperhitungkan pemerintah dengan hitungan ideal Rp 42 ribu ketimbang mereka nunggak," katanya

Saat ini progres pencapaian UHC (Universal Health Converage) 83,78 persen peserta terdaftar se-Indonesia atau 222.181.399 jiwa yang tedaftar JKN-KIS dengan gotong royong semua tertolong.

Sehingga masyarakat yang belum terdaftar 16,22 persen atau 43.003.453 jiwa dari total 265.184.852 jiwa.

Ia juga sempat menyingung upaya BPJS Kesehatan agar seluruh masyarakat minimal 95 persen dari total penduduk se-Indonesia untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Upaya kita yang pertama untuk PPU (Para Pekerja Umum-red), bapak-bapak dari APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) kami minta bantuan untuk mendaftarkan kepesertaan. Bahwa banyak pegawai yang belum 100 persen mendaftarkan diri ini kami ketahui ketika kami lakukan pemeriksaan. Kami melakukan advokasi dengan beberapa perusahan," ungkap Yulis Dina

Ia menjelaskan upaya untuk peserta mandiri, mereka melakukan MCS (Mobile Customer Service) ke daerah yang jangkauannya jauh serta JKN juga bekerjasama dengan desa buka pendaftaran di daerah yang jauh dari kantor BPJS Kesehatan.

"Perlu kami sampaikan juga PBI (Penerima Bantuan Iuran-red) untuk kota Pangkalpinang masih kurang kuotanya hingga 3 ribu lagi belum terisi. Pemerintah kota merasa sulit mencari data masyarakat yang layak menerima bantuan tersebut.

Ia berharap media juga dapat membantu menginformasikan ke masyarakat bahwa pemerintah mengupayakan tetapi memililki keterbatasan.

BPJS juga bersinergi dengan pemerintah untuk mencapai semua cakupan agar semua masyarakat terdaftar kepesertaan.

(bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved