Kasus Dugaan Penistaan Agama Menyeret Sukmawati, Begini Kata MUI dan Pembelaan Putri Soekarno

Yusuf Mansur mengungkapkan, persoalan yang dihadapi Sukmawati yang diduga melakukan penistaan agama dalam menyikapi, perlu hati-hati.

Kasus Dugaan Penistaan Agama Menyeret Sukmawati, Begini Kata MUI dan Pembelaan Putri Soekarno
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
DISKUSI KEBANGSAAN - Ketua Umum PNI Marhaenisme, Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan sambutannya pada diskusi kebangsaan bertajuk Siaga Pancasila, di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Senin (15/5/2017). Sebelum menhadiri diskusi, putri Bung Karno ini terlebih dulu mendatangi Mapolda Jabar menindaklanjuti pelaporannya tentang tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar negar dengan terlapor Imam Besar FPI, Habieb Rizieq Shihab. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Kasus Dugaan Penistaan Agama Menyeret Sukmawati, Begini Kata MUI dan Pembelaan Putri Soekarno

BANGKAPOS.COM - Pidato Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno berbuntut panjang. Sukmawati saat ini telah dilaporkan karena tuduhan dugaan penistaan agama.

Tak hanya dilaporkan, sejumlah pihak bereaksi atas pidato tersebut.

Ustaz Yusuf Mansur satu di antara yang pihak yang menilai pidato tersebut tak bisa ditolerir.

Yusuf Mansur mengungkapkan, persoalan yang dihadapi Sukmawati yang diduga melakukan penistaan agama dalam menyikapi, perlu hati-hati.

"Kita juga salah ngomong nanti bakal bikin kemarahan umat semakin menjadi,"

"Satu sisi siapa yang bisa mentolerir, bukan cuma Nabi loh tapi kitab suci," ujar Yusuf Mansur, dilansir dari kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, Jumat (22/11/2019).

Kembali menegaskan, Yusuf Mansur mengatakan persoalan ini dengan membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Kitab Al Quran merupakan perilaku yang tidak benar.

"Begitu dicintainya sosok Nabi dan begitu kemudian dihormatinya dimuliakan kitab suci," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagai umat Islam diajarkan untuk menghormati, menghargai, dan memuliakan nama-nama lain, bahkan tidak harus selalu muslim.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved