Berita Pangkalpinang

Keluhan Kuota Haji Belitung Timur Pada 2020 akan Ditindaklanjuti

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan, keluhan minimnya kuota haji untuk Belitung Timur pada 2020 akan ditindaklanjuti.

bangkapos.com/dedy q
Wagub Babel Abdul Fatah 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan, keluhan minimnya kuota haji untuk Belitung Timur pada 2020 akan ditindaklanjuti. Menurut dia, pembagian kuota haji ini akan dibicarakan antara pimpinan daerah di Babel.

Fatah menjelaskan, harus ditemukan rumusan bagaimana menyikapi ihwal pembagian kuota haji ini.

"Harus ditemukan rumusan formulasi proporsional, bagaimana kita sikapi, yang menentukan berapa besar jumlah penduduk, yang muslim berapa banyak dan sebagainya. Keluhan ini akan ditindaklanjuti, harus disikapi secara proporsional dengan Pemda di dalam," ucap Fatah, Selasa (26/11/2019).

Kuota haji dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Kabupaten Belitung Timur (Beltim) hanya 15 orang pada 2020. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Beltim, Fezzi Uktolseja menyayangkan kuota haji dari provinsi untuk Beltim tersebut.

Menurutnya, butuh keadilan dari provinsi supaya pembagiannya adil dan merata.
"Kami ingin gubernur bisa membagi kuota haji secara adil untuk Beltim," ucap Fezzi ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/11).

Sebelumnya, DPRD Beltim bersama Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur mendatangi Kementerian Agama Republik Indonesia membicarakan hal ini. Didapat informasi bahwa Babel masih menerapkan kuota provinsi. Hal ini mengakibatkan pembagian kuota masih berada di tangan gubernur.

Fezzi mendorong agar secepatnya dijadikan kuota kabupaten agar jamaah haji di Beltim masa tunggunya tidak terlalu lama.
"Sekarang orang yang mendaftar sudah 700-an orang. Sedangkan kalau hanya 15 orang per tahun berarti harus menunggu 50 tahun baru bisa berangkat haji," katanya.

Ia akan mengirimkan surat kepada gubernur mengenai hal ini secepatnya. Ia ingin masyarakat Beltim bisa menunaikan ibadah haji tanpa menunggu terlalu lama.
"Kalau masa tunggu sudah 50 tahun orang-orang akan berpikir dua kali kalau mau daftar, mending umrah saja kan," ucapnya. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved