Berita Pangkalpinang

Pemprov Dorong Ripparda Bangka Belitung Segera Dibahas, Lemahnya Dukungan Anggaran Jadi Sorotan

Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah menjelaskan, Ripparprov sebenarnya sudah diusulkan untuk dibahas pada 2019.

Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah pada acara Lokakarya Pembangunan Pariwisata Bangka Belitung di Hotel Mutiara, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Rancangan peraturan daerah (Perda) Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan didorong untuk dibahas pada 2020 mendatang. Ini diperlukan agar memperkuat anggaran untuk pembangunan pariwisata di Babel.

Ripparda menjadi kunci untuk menjawab rekomendasi lokakarya bertajuk Mendorong Pengembangan Pariwisata Bangka Belitung Curah Gagas dari Pengalaman dan Perencanaan, Selasa (26/11/2019). Lokakarya digelar di Hotel Mutiara, Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Lemahnya dukungan anggaran menjadi beberapa hal yang disorot pada lokakarya tersebut. Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah menjelaskan, Ripparprov sebenarnya sudah diusulkan untuk dibahas pada 2019.

Namun, raperda ini belum kunjung rampung, sementara anggota DPRD Babel periode 2014-2019 telah menyelesaikan masa jabatannya.

Pada 2020, pihaknya akan mendorong agar raperda ini segera dibahas bersama DPRD Babel untuk kemudian disahkan.
"Ripparprov akan segera dilahirkan. Tahun 2021 kita ikuti anggarannya dan perkaya Babel dengan destinasi wisata (baru)," kata Fatah.

Rekomendasi lain pada lokakarya ini adalah terkait sumber daya manusia (SDM) Bangka Belitung untuk pengembangan pariwisata. Fatah menjawab, pemerintah sudah memikirkan hal ini. SMK-SMK Pariwisata telah didirikan, termasuk rencana mendorong Universitas Bangka Belitung mendirikan Fakultas Pariwisata di Pulau Belitung.

Sementara rekomendasi lainnya terkait infrastruktur, Fatah mengatakan hal ini juga telah dipikirkan. Satu di antara bentuknya adalah membangun jalan lingkar pesisir, Trans Bangka dan Trans Belitung. Fatah mengharapkan rekomendasi lokakarya segera disampaikan secara tertulis kepada Pemprov Babel.

"Kami ucapkan terima kasih atas rekomendasi-rekomendasi ini. Ini harapan kami, sehingga bisa kami tindaklanjuti," ucapnya.

Fatah optimistis pariwisata di Bangka Belitung (Babel) akan maju seiring dengan bertambahnya destinasi wisata dan pengembangan pariwisata. Ia menyebutkan, saat ini potensi pariwisata di Babel sudah mulai dimanfaatkan dan dikelola.

Hanya saja perlu masukan dan pemikiran untuk pengembangannya. "Karena itu, kami menggelar berbagai kegiatan termasuk lokakarya pengembangan pariwisata di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta dan Yogyakarta," ucapnya.

Narasumber dalam lokakarya ini, selain praktisi dan birokrat dari Babel, juga ada praktisi dan akademisi dari Yogyakarta. Acara diisi dengan saling tukar gagasan dan pendapat berbagai pihak mengebai strategi dan pengembangan pariwisata.

Kegiatan ini, juga dihadiri oleh anggota DPD RI asal Babel, Darmansyah Husein dan Ustaz Zuhri.
Sekretaris Bappeda Babel Joko Triadi mengatakan, pihaknya menerima masukan sari seluruh komponen masyarakat Babel, termasuk para diaspora.

Lokakarya serupa juga telah digelar di Jakarta.

Dia mengatakan, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, meminta pihaknya untuk menyerap sebanyak mungkin masukan-masukan mengenai pembangunan pariwisata Bangka Belitung.

"Jogja selama ini sudah dikenal sebagai daerah pariwisata. Yang menarik, dan yang paling berharga adalah bagaiamana Jogja mengelaborasi budaya dengan pariwisatanya," ucap Joko. (Bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved