Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sosialisasi JKN-KIS Goes to Customer, BPJS Pangkalpinang Gelar Media Gathering

Media Gathering mengenai Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Goes to Customer

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Kesehatan Angga Firdauzie saat memberikan sambutan dalam Media Gathering, Selasa(26/11/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Kesehatan Angga Firdauzie memberikan sambutan dalam kegiatan Media Gathering mengenai Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Goes to Customer yang menghadirkan beberapa media di Bangka.

"Kegiatan ini nanti akan mendiskusi beberapa masalah, sebagai organisasi penjamin kesehatan punya kewajiban tentang pelaksanaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional--red). Acara ini juga untuk memberikan hak masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai JKN," ungkap Angga, Selasa(26/11/2019).

Angga juga mengatakan, dalam pemberian materi bahwa JKN ini diamanatkan UUD, bukan program dalam waktu singkat. Hal ini tujuan negara dalam mensejahterakan rakyat, diatur juga dalam UU 40/2004 mengenai sistem JKN.

"Sehat itu adalah hak seluruh masyarakat keluar deklarasi tersebut pada tahun 1948. Kita implementasi pada tahun 2014, kepesertaan bersifat wajib. Semua harus terdaftar baik yang menerima resiko ataupun tidak memiliki resiko. Social security di negara lain juga sudah lama sebelum Indonesia," kata Angga.

JKN Indonesia mengembangkan sifat gotong royong, misalnya 1 pasies DBD dibantu oleh 80 peserta sehat. JKN tidak hanya berimbas pada kesehatan tetapi juga aspek lain.

JKN secara langsung dapat memeratakan perekonomian Indonesia dari kajian UI (Universitas Indonesia), menambah angka harapan hidup dari sisi SDM (Sumber Daya Manusia) dan JKN berdampak mencegah kemiskinan (OOP).

"Mengenai UHC (Universal Health Converage) itu ada 3 tahapan meliputi risk pooling (kumpulam resiko), revenue collection (pengumpulan dana berasal dari pajak) dan purchasing,"kata Angga.

Pada 2013 JKN belum ada kondisi garis kemiskinan ketika sakit maka garis kemiskinan makin turun. Sedangkan 2016 ketika JKN sudah masuk kondisi garis kemiskinan tetap ada tetapi turun tidak sedrastis sebelum ada JKN.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved