Demo di Kantor Bupati Bangka

Jangan Sampai Anarkis, Bupati Bangka Terima Tuntutan Pendemo dan Serahkan Penyelesaian ke Pengadilan

Warga yang demo membawa berbagai tulisan menuntut bupati bisa menyelesaikan persoalan di Desa Mendo Barat.

Jangan Sampai Anarkis, Bupati Bangka Terima Tuntutan Pendemo dan Serahkan Penyelesaian ke Pengadilan
Bangkapos.com/Riki Pratama
Bupati Bangka Mulkan, terlihat hadir untuk mendengar tuntutan warga Mendo Barat terkait aktivitas perkebunan sawit milik Abun 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Sekelompok warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Mendo, dari Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, pada Rabu (27/11/2019), siang kembali melakukan aksi demo di Kantor Bupati Kabupaten Bangka.

Demo yang dilaksanakan dengan tujuan memperjuangkan terkait hak atas tanah warga di desa tersebut.

Pantauan Bangkapos.com ratusan personil gabungan dari Polri, TNI dan anggota Sat Pol PP hingga bantuan dari anggota Brimob Polda yang ikut mengamankan aksi demo.

Sementara warga yang demo membawa berbagai tulisan menuntut bupati bisa menyelesaikan persoalan di Desa Mendo Barat.

"Kami menuntut hak kami, terkait pemasalahan ini, tetapi tidak ada tindak lanjut bupati. Kami rakyat yang memilih mu, tanah kami di caplok oleh Abun, pertama usir Abun dari Mendo, ini pengacau, tolong kondisikan, jangan sampai perang saudara warga kita hari ini bersikap sabar," ungkap seorang orator yang menyampaikan aspirasinya, Rabu (27/11/2019) dihalaman Kantor Bupati.

Ia mengharapkan, Bupati Bangka Mulkan menyelesaikan persoalan tanah yang telah dikuasai oleh oknum warga di daerah Mendo Barat.

"Kami minta seluruh lahan di kembalikan ke desa, kami meminta ke bupati, tuntut secara tegas," tegasnya.

Masyarakat Mendo Barat yang datang ke Kantor Bupati Bangka menuntut penyelesaikan terkait hak atas tanah yang dikuasai oleh oknum warga di Desa mereka. Dimana warga merasa masih adanya aktivitas perkebunan yang dilakukan oleh oknum tersebut, pada Rabu (27/11/2019).
Masyarakat Mendo Barat yang datang ke Kantor Bupati Bangka menuntut penyelesaikan terkait hak atas tanah yang dikuasai oleh oknum warga di Desa mereka. Dimana warga merasa masih adanya aktivitas perkebunan yang dilakukan oleh oknum tersebut, pada Rabu (27/11/2019). (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Koordinator aksi Anwar, menyampaikan tuntutan mereka mengenai masalah antara oknum warga bernama Abun dengan masyarakat terkait hak atas tanah yang dikuasai untuk lahan perkebunan sawit.

"Bagaimana caranya, tidak mau tahu,tugas masing masing, hentikan aktivitas Abun, karena jika Abun masih beroperasi, dilakukan disana ditakutkan terjadinya anarkisme di masyarakat. Segala bentuk mediasi telah dilakukan, terkait permasalah masyarakat dengan Abun tetapi tidak ada jalan keluar," ungkap Anwar.

"Bila Bupati belum bisa memutuskan memberikan waktu satu minggu jaminkan, masyarakat disana, karena disini dari aliansi masyarakat  sedih dan risau. Jangan sampai masyarakat kita main hakim sendiri, tolong dikaji berikan satu minggu, terkait terjadi kericuhan disana kami tidak mau bertangung jawab lagi pak," lanjutnya.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved