Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lapak Pedagang Pasar Pagi Ditertibkan, Pedagang Pertanyakan Uang Rp 2.000

Lapak pedagang di Pasar Pagi ditertibkan. Penertiban ini untuk menata lapak-lapak yang telah memakan badan jalan untuk pejalan kaki.

Penulis: | Editor: khamelia
Bangkapos/irakurniati
Penertiban lapak pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang, Rabu (27/11/2019) 

BANGKAPOS.COM - Lapak pedagang di Pasar Pagi ditertibkan. Penertiban ini untuk menata lapak-lapak yang telah memakan badan jalan untuk pejalan kaki.

Saat dilakukan penertiban, sejumlah pedagang sempat protes karena merasa sudah terbiasa dengan kondisi lapak yang meluber hingga ke jalan.

Tim dari UPT Pasar dan Satuan Polisi Pamoja Praja Kota Pangkalpinang kemudian menyuruh pedagang memundurkan dagangannya sehingga tidak menyentuh aspal jalan.

"Sampai berapa lama tahan menertibkan seperti ini, besok juga pasti balik lagi yang di depan jualan seperti tadi. Kami juga ikutan kalau pedagang di depan juga memasang lapaknya di aspal," kata salah seorang pedagang.

Sejumlah fiber yang biasa digunakan pedagang ikan juga dirapihkan oleh petugas sehingga tidak memperkecil luas jalan pembeli. Meski sempat diprotes pedagang, penertiban tetap dilakukan dan pedagang akhirnya menuruti instruksi tersebut.

"Iya kami ikut aturan, disuruh mundur kami lakukan. Tapi untuk apa kami bayar uang Rp 2000 setiap hari, setelah disuruh mundur kami tidak dipungut lagi, uang apa itu. Resmi dari pemerintah atau masuk kantong pribadi," tanya Supriatin, salah seorang pedagang sayur.

Setelah dua jam dilakukan penataan, masih ada sejumlah pedagang yang belum merapihkan lapak-lapaknya.

Menanggapi hal ini, kepala UPT Pasar, Amir Laode, mengatakan, hari ini lapak-lapak sudah harus dirapihkan. Pedagang yang memiliki lapak tidak boleh memajang dagangan sampai ke aspal jalan yang dapat memperkecil akses pejalan kaki.

10 Motor Diduga Pengerit Jenis Suzuki Thunder Antre di SPBU A Yani

"Kami sudah sosialisasi ke mereka untuk dirapihkan, tapi masih tidak dilakukan. Saya harapnya ini tetap tidak merugikan mereka dan membuat pembeli nyaman. Ini jalannya sempit karena dipenuhi lapak yang sampai ke badan jalan," ujar Amir Laode.

Sementara itu, menurutnya, untuk penataan lapak-lapak pedagang, UPT Pasar hanya menata yang berada di dalam sekup Pasar Pagi saja. Untuk pedagang di area parkir luar pasar atau pedagang yang berjualan di badan jalan utama Pasar pagi, merupakan wewenang dari aparat penegak perda.

"Tapi nanti kami akan koordinasi lah dengan wali kota, pedagang di luar bagaimana. Karena kalau kami kerja sendiri tidak mungkin selesai, apalagi sehari dua hari tidak mungkin. Untuk UPT Pasar pagi, kami fokus penataan pedagang di dalam ini dulu," pungkasnya.

(bangkapos.com/irakurniati)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved