Advertorial

Sinusitis

Dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka mengatakan banyak pasien yang datang berobat ke klinik rawat jalan T.H.T.K.L. di Rumah Sakit Silo

Sinusitis
ist/Dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka
Dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka mengatakan banyak pasien yang datang berobat ke klinik rawat jalan T.H.T.K.L. di Rumah Sakit Siloam Bangka dengan keluhan sinusitis, bahkan disertai dengan polip pada hidung. Lalu apa sebenarnya sinusitis? Bagaimana cara mengetahuinya? Apakah gejalanya? 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dr Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka mengatakan banyak pasien yang datang berobat ke klinik rawat jalan T.H.T.K.L. di Rumah Sakit Siloam Bangka dengan keluhan sinusitis, bahkan disertai dengan polip pada hidung. Lalu apa sebenarnya sinusitis? Bagaimana cara mengetahuinya? Apakah gejalanya?

Jika Anda memiliki gejala hidung tersumbat, nyeri tekan pada wajah, batuk berdahak dan keluarnya cairan dari hidung, mungkin Anda menderita rhinosinusitis, yang biasa disebut sinusitis.

Sinus adalah rongga berlubang yang terdapat di dalam tulang pipi, di sekitar mata dan di belakang hidung.

Rongga ini mengandung lendir yang membantu menghangatkan, melembabkan, dan menyaring udara yang kita hirup. Ketika sesuatu menghalangi lendir pada daerah sinus secara normal, maka infeksi dapat terjadi.

Dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L memaparkan bahwa sinusitis akut mengacu pada gejala sinusitis yang berlangsung kurang dari empat minggu. Sebagian besar kasus dimulai sebagai flu biasa.

Gejala sering hilang dalam 7-10 hari, pada beberapa orang, infeksi bakteri berkembang. Sinusitis akut dapat didefinisikan sebagai infeksi bakteri atau virus dari sinus dengan durasi kurang dari 4 minggu yang sembuh sepenuhnya dengan perawatan yang tepat. Sinusitis subakut merupakan progres gejala sementara selama 4-12 minggu.

Sinusitis akut berulang didiagnosis ketika 2-4 episode infeksi terjadi per tahun dengan setidaknya 8 minggu antara episode.

Sedangkan sinusitis kronis, sering didiagnosis ketika gejalanya telah lebih dari 12 minggu, meskipun telah menjalani perawatan medis. Sinusitis kronis adalah menetapnya gejala yang berlangsung lebih dari 12 minggu, dengan atau tanpa perburukkan.

Seseorang dengan rinitis alergi atau asma lebih mungkin menderita sinusitis kronis. Ini karena saluran udara lebih mudah meradang ketika rinitis alergi atau asma.

Sinusitis juga dapat disebabkan oleh infeksi, jamur, kelainan septum hidung, polip hidung atau dalam kasus yang jarang terjadi seperti defisiensi sistem kekebalan tubuh.

Diagnosa
Tes alergi sebaiknya dilakukan apabila seorang dengan kemungkinan rhinitis alergi. Dalam kasus kronis,dilakukan pemeriksaan saluran hidung menggunakan nasal endoscopy. Dalam prosedur ini, suatu kamera kecil dimasukkan ke lubang hidung untuk melihat sa­luran sinus dan mendeteksi penyumbatan. Dapat juga dilakukan pemeriksan CT scan untuk mencari kelainan pada sinus, sa­luran drainase yang sempit, adanya polip atau kelainan tulang hidung.

Dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L menyarankan segeralah ke dokter bila Andademam, sakit atau bengkak di wajah atau mata, kemerahan di pipi atau di sekitar mata, sakit kepala berat, atau leher kaku.

Pengobatan Sinusitis
Pengobatan sinusitis tergantung pada penyebab, keparahan dan lamanya gejala.Hampir 70% orang dengan sinusitis akut sembuh tanpa obat.

Jika disebabkan infeksi bakteri, dengan antibiotik dapat memper­singkat durasi sinusitis akut dan juga mengurangi keparahan gejala. Ketika perawatan atau pengobatan gagal, ope­rasi sinus endoskopi bisa menjadi pilihan (Functional Endoscopy Sinus Surgery atau FESS).Sebagian besar pasien yang menjalani operasi sinus masih memerlukan perawatan medis untuk mencegah kembalinya sinusitis kronis. (*/Adv)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved