Berita Pangkalpinang

Kekerasan Psikis Masih Terjadi Pada Anak

Dalam Undang-undang Perlindungan anak, bahwa kekerasan ada berbentuk fisik, psikis dan penelantaran.

Kekerasan Psikis Masih Terjadi Pada Anak
Bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Drs Dermawan, pemateri dalam Rapat Advokasi Pembinaan Komunikasi Informasi dan Edukasi Kebijakan Forum Anak se Bangka Belitung di Ruang Meeting Pasir Padi Hotel Bangka City Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Kekerasan masih terjadi terhadap anak-anak. Dalam Undang-undang Perlindungan anak, bahwa kekerasan ada berbentuk fisik, psikis dan penelantaran.

"Yang terjadi kebanyakan kekerasan psikis seperti merendahkan, membandingkan anak, kakak dan adik,"jelas Dermawan MSi Sekretaris Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak , Kamis (27/11).

Lebih lanjut Dermawan mengatakan angka kekerasan begitu tinggi bisa juga dari faktor semakin banyak orang faham dengan UU tentang Perlindungan anak semakin banyak akses pelaporan.

"Tingginya angka kekerasan tidak hanya dari kasus kekerasan itu sendiri, namun dari kesadaran orang untuk melaporkan," ujarnya.

Dikemukakan Dermawan untuk pemenuhan hak anak dapat dipergunakan sistem perlindungan anak yang dilakukan di Pemerintah Kabupaten dan Kota sebagai Kabupaten dan Kota Layak anak.

Disisi lain Dermawan menambahkan di forum anak adalah problem solving, tapi ini bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah.

"Anak itu forum adalah bagian dari solusi masalah-masalah," jelasnya.

Penulis: agusrya
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved