Danramil Belinyu Sita 23 Ponton Tambang Timah Ilegal di Sungai Perimping

Tak seperti biasanya, warga bukan lapor ke Polsek Riausilip, melainkan malah lapor ke Koramil Belinyu, soal aktifitas tambang timah inkonvensional

Danramil Belinyu Sita 23 Ponton Tambang Timah Ilegal di Sungai Perimping
Istimewa
Tampak Danramil Belinyu, Kapten (Inf) Arif Nur Rahman bersama anggota, menyita 23 ponton tambang timah ilegal di Sungai Perimping Riausilip Bangka, Jumat (29/11/2019). 

Danramil Belinyu Sita 23 Ponton Tambang Timah Ilegal di Sungai Perimping

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tak seperti biasanya, warga bukan lapor ke Polsek Riausilip, melainkan malah lapor ke Koramil Belinyu, soal aktivitas tambang timah inkonvensional (TI) ilegal di Sungai Perimping Riausilip Bangka.

Laporan langsung ditindak-lanjuti oleh Komandan Koramil (Danramil) setempat bersama anggota. Tak tanggung-tanggung, 23 ponton peralatan tambang langsung disita TNI.

Sedangkan para penambang di tengah sungai melarikan diri saat melihat 'si baju loreng' datang menyergap, Jumat (29/11/2019).

Komandan Kodim (Dandim) 0413 Bangka, Kolonel (Inf) P Sudarmanto diwakili Pasi Intel Kodim Kapten (Inf) Andri Yandani didampingi Danramil Belinyu Kapten (Inf), Arif Nur Rahman memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan seputar penyitaan peralatan tambang ilegal yang dimaksud, Jumat (29/11/2019).

"Saya dapat perintah dari pimpinan saya Kolonel Infantri Sudarmanto. Beliau (Dandim) mendapat laporan dari Danramil Belinyu yang tugas teritorial di wilayah ini (Kecamatan Belinyu dan Riausilip). Bahwa ada laporan masyarakat yang menyebutkan ada TI apung di Sungai Perimping. Karena mendapat laporan masyarakat maka Danramil mengecek, ternyata memang ada kegiatan TI apung," kata Pasi Intel Kodim, Kapten (Inf) Andri Yandani memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan didampingi Danramil Belinyu, Kapten (Inf) Arif Nur Rahman, Jumat (29/11/2019).

Dipastikan Pasi Intel, tambang yang dimaksud merupakan kegiatan ilegal. TI ilegal dilarang beroperasi di lokasi ini, apalagi larangan sudah diatur jelas dalam peraturan daerah (Perda).

"Silahkan tanya sama Pak Kapolsek (Riausilip), sebenarnya mereka (Kapolsek) lebih berwenang dalam penertiban. Namun kami sebagai TNI sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, tugas kami selain perang, juga kami membantu aparatur pemerintahan, termasuk Polri, Bupati, Pemda, kita bantu," katanya.

Kegiatan penertiban tersebut bukan direncanakan, melainkan hanya untuk menindak-lanjuti laporan warga yang mengadu ke Koramil Belinyu.

Hasilnya kata Pasi Intel, bahwa pengecekan Danramil dan anggota di lokasi, memang terlihat aktifitas terlarang yang dimaksud. Para penambang yang sedang beroperasi di tengah sungai, langsung melarikan diri mengunakan perahu saat didatangi Danramil. Peralatan tambang berupa mesin dan ponton yang dimaksud kemudian disita oleh Danramil karena dianggap barang temuan atau barang tak bertuan.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved