Berita Pangkalpinang

Dinas Pariwisata Pangkalpinang Catat Hanya Ada Enam Spa yang Miliki Izin Usaha

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang mencatat ada enam tempat spa atau tempat relaksasi tubuh yang memiliki izin usaha di Kota Pangkalpinang.

Dinas Pariwisata Pangkalpinang Catat Hanya Ada Enam Spa yang Miliki Izin Usaha
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Kepala Dinas Pariwisata Pangkalpinang, Eti Fahriaty 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang mencatat ada enam tempat spa atau tempat relaksasi tubuh yang memiliki izin usaha di Kota Pangkalpinang.

Data tersebut dikeluarkan ditahun 2019, sedangkan pada 2018 terdapat 10 tempat spa. Namun beberapa diantaranya ada yang sudah tutup operasionalnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Eti Fahriaty, mengatakan, sebetulnya tempat spa atau relaksasi tubuh ini cukup banyak, sayangnya beberapa usaha tersebut tidak melaporkan izin usaha tempatnya sehingga tidak masuk dalam data pemerintah.

"Saya coba agendakan lah untuk mendata ulang lagi dalam waktu satu bulan ini. Karena ini data terakhir harus kami mutakhirkan lagi," kata Eti, Jumat (29/11/2019).

Dia menyebut, setelah dilakukan pendataan, para terapis spa harus diberikan sosialisasi dan diuji sertifikasi sehingga tempat usaha maupun pegawainya memang yang berkompeten dan memberikan pelayanan terbaik.

Menurut Eti, usaha spa wajah memiliki izin usaha dari pemerintah kota, sebab, benefit yang didapatkan yakni, selain resmi secara administrasi, para pelancong yang datang bisa diarahkan ke spa tersebut untuk perawatan tubuh atau sekedar relaksasi pikiran.

"Makanya usaha tersebut harus memiliki izin dan terapisnya ada sertifikasi. Itu penting sehingga tau memang berkompeten dan bukan asal asal," imbuhnya.

Kasi Industri Pariwisata Pangkalpinang, Sulistiya Dewi, mengatakan, pihaknya kerap melakukan sosialisasi dan himbauan kepada usaha spa yang belum terdaftar dan memiliki izin. Hanya saja, kata Dewi, banyak alasan yang dilontarkan oleh pemilik usaha untuk membuat izin tersebut.

"Kami selalu berikan sosialisasi ke mereka, tapi memang ada yang tutup dengan sendirinya. Pas kami datangi sekali masih buka, kedua kali sudah tutup," kata Dewi.

Dia menyebut, ada sanksi bagi usaha spa bila tidak memiliki perizinan. Sanksi diberikan secara bertahap, mulai dari teguran hingga penutupan izin usaha.

"Kalau memang sudah diperingatkan tidak diindahkan, kita ada penegak perda dari satpol PP yang akan melakukan penindakan," tegas Dewi.

Dia juga mengimbau, usaha-usaha spa yang sudah dibawah pengelolaan dinas pariwisata ini, segera mendaftarkan administrasi ke pemerintah kota Pangkalpinang. Izin tersebut berlaku selama lima tahun dan bisa diperpanjang ditahun berikutnya.
(Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved