Kinerja IJK Kepulauan Bangka Belitung Dinilai Baik

Direktur Pengawas Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Sabil mengatakan secara umum kinerja IJK

Kinerja IJK Kepulauan Bangka Belitung Dinilai Baik
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Direktur Pengawas Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Sabil. 

Kinerja IJK Kepulauan Bangka Belitung Dinilai Baik

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Pengawas Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Sabil mengatakan secara umum kinerja IJK (Industri Jasa Keuangan) di Provinsi Kepualaun Babel sampai dengan September 2019 dinilai baik.

"Kredit itu tumbuh dengan baik sehingga menstimulus perekonomian di Bangka Belitung hal ini dibuktikan dengan total aset perbankan Rp 21,2 Triliun serta pertumbuhan 6,34 persen, DPK Perbankan Rp 20,2 Trilun pertumbuhan 9,42 persen, kredit atau pembiayan bernilai Rp 14,9 Triliun atau pertumbuhan sebesar 18,24 persen. Piutang pembiayaan Rp 2,54 Triliun atau pertumbuhan sebesar 9,96 persen," jelas Sabil, Jumat(29/11/2019).

Data lain seperti kinerja pembiayan baik % NPF 2,54 persen, fungsi intermediasi perbankan (%LDR) 73,88 persen, kinerja perkreditan baik % NPF 2,63 persen, total premi asuransi Rp 0,5 Triliun total klaim Rp 0,2 Triliun dan 6 galeri investasi, 12.142 investor dan nilai transaksi bulan September 2019 Rp 0,4 Triliun, dan total aset dana pensiun nihil sebab disini tidak perusahaan pensiun.

"Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oelh perbankan sampai September 2019 sebesar Rp 0,58 Triliun, kinerja ini dinilai baik. Kalau kita lihat penyaluran KUR terbesar di Kabupaten Belitung sebesar Rp 115,45 Miliar (19,74 persen) dengan total debitur 3.045,"kata Sabil.

Adapun data terlengkap mengenai penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) meliputi di Kabupaten Bangka sebesar Rp 115,08 Miliar (19,68 persen), Kabupaten Bangka Barat sebesar Rp 87,19 Miliar (14, 91 persen), Kabupaten Bangka Tengah sebesar 67,32 Miliar (11,51 persen), Bangka Selatan sebesar Rp 60,17 Miliar (10,29 persen), Kota Pangkalpinang sebesar Rp 81,93 Miliar (14,01 persen), dan Kabupaten Belitung Timur Rp 57,64 Miliar (9,86 persen).

Mengenai kinerja Fintech P2P (Financial Technologi Peer to Peer) sampai saat ini secara menyeluruh dengan jumlah lender 558.766 entitas (169,28% ytd), akumulasi pendanaan Rp 60,41 Triliun (166,51% ytd), dan jumlah borrower (peminjam) 14.359.918 entitas (229,40 persen).

Sekedar informasi bahwa Fintech P2P ini ada 3 pihak yang terjalin yakni perusaahn fintech penyedia jasa yang menyalurkan dana dari investor ke peminjam.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved