Berita Pangkalpinang

Perlu Keterpaduan Semua Pihak Mengenai Tata Kelola Lada Bangka Belitung

Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera Saparudin mengatakan, sosialisasi tata kelola lada perlu disampaikan ke berbagai pihak

Perlu Keterpaduan Semua Pihak Mengenai Tata Kelola Lada Bangka Belitung
(BANGKA POS / DEDY Q)
Rapat berbagai pihak bersama sejumlah eksportir Lada di ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel, Jumat (29/11/2019). 

BANGKAPOS.COM- Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera Saparudin mengatakan, sosialisasi tata kelola lada perlu disampaikan ke berbagai pihak, mulai dari petani hingga eksportir. Tujuannya agar ada kesepamahaman dan keterpaduan mengenai tata kelola Lada saat ini.

"Dengan keterpaduan semua pihak terkait Lada ini, kami harapkan agar Lada ini meningkat harganya, itu saja sebetulanya. Apa yang diharapkan petani itu harganya naik," kata pria yang akrab disapa Prof Udin ini seusai rapat sosialiasi bersama sejumlah eksportir Lada di ruang Tanjungpendam, Jumat (29/11/2019).

Rapat itu juga dihadiri BP3L, BUMD PT BPT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (B3S), dan instasi terkait. Ini adalah rapat kesekian kalinya setelah sebelumnya, sejumlah petani juga telah diundang untuk rapat serupa.

Sebelum ke Bangka, ABG Asal Bandung Ini Ngaku Masih Perawan, Kenyataan Pahit Kegadisan Terenggut

Segini Tarif Korban Trafficking yang Dipekerjakan di Kafe Esek-esek Teluk Bayur Pangkalpinang

Udin mengatakan, satu di antara poin pokok tata kelola Lada saat ini adalah mengenai menjaga mutu dan originalitas merek Muntok White Pepper. Ke mana pun Lada Bangka Belitung diekspor, seperti apapun Lada Bangka Belitung akan diolah, merek Muntok White Pepper harus dipakai dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku.

"Ekspor keluar negeri, ke mana pun barangnya mau singgah, originalitas Muntok White Pepper itu tetap terjaga. Ini jadi kunci, dan tidak bisa ditolerir, dan diatur dalam ketentuan perundang-undangan,"ucapnya

Udin mengatakan, piihaknya akan berupaya agar lada di Babel bisa diekspor langsung ke end user pasar Lada Dunia. Karena itu, terkait ini, perlu keterpaduan mulai dari petani hingga eksportir.

"Kalau kirimnya sendiri-sendiri, susah kapal mau masuk. Kalau bersama-sama, satu kontainer oleh tiga hingga empat eksportir, kami akan kontak buyernya agar Lada itu bisa dikirim langsung dari Bangka. Kalau beli langsung dari sini, saya rasa tentu harganya lebih murah ketimbang harus beli di Singapura," katanya.

Kepada para eksportir, pihaknya juga menawarkan program "bapak dan anak angkat". Dengan adanya program ini, petani Lada bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Perbankan yang diundang juga diharapkan bisa memberikan dukungan permodalan untuk hilirisasi.

"Hasil rapat sosialisasi dengan eksportir ini akan kami sampaikan ke Pak Gubernur. Pak Gubernut tentu punya kebijakan terkait ini," kata Udin.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved