Terkait Protes Demonstran, Tim Gabungan Hentikan Aktivitas Alat Berat di Mendo Barat Bangka

Tim gabungan yang terdiri dari pihak Kepolisian dan TNI , Jumat (29/11/2019) menghentikan aktivitas semua alat berat

Terkait Protes Demonstran, Tim Gabungan Hentikan Aktivitas Alat Berat di Mendo Barat Bangka
IST/Humas Polres Bangka
Tampak tim gabungan tiba di dua lokasi, pekerbunan kelapa sawit di Desa Mendo Kecamatan Mendobarat Bangka, Jumat (29/11/2019). Penghentian aktifitas landclearing dan sejenisnya di lokasi itu terkait adanya protes demonstran yang berunjuk-rasa, akhir-akhir ini pada kedua pihak, Abun dkk dan Afen PT SAML. 

Terkait Protes Demonstran, Tim Gabungan Hentikan Aktivitas Alat Berat di Mendo Barat Bangka

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim  gabungan yang terdiri dari pihak Kepolisian dan TNI , Jumat (29/11/2019) menghentikan aktivitas semua alat berat, tak hanya pada areal perkebunan sawit yang dikelolah PT SAML, namun juga pada areal perkebunan sawit yang dikelolah pengusaha, Abun dkk di Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Bangka.

Penghentian aktivitas sejumlah eksavator di dua lokasi dan pemilik yang berbeda itu terkait adanya protes para demonstran yang berunjuk-rasa, akhir-akhir ini.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Jumat (29/11/2019) mengatakan, kegiatan dilakukan secara terpadu.

"Penghentian alat berat dan aktivitas pembukaan lahan kelapa sawit milik Saudara Abun dan juga PT SAML milik Saudara Afen di Desa Mendo Kecamatan Mendobarat sudah kita lakukan hari ini," kata Kapolres.

Tim gabungan yang datang di lokasi konflik lahan di Desa Mendo, masing-masing Pemkab Bangka, Polda Bangka Belitung, Satbrimobda Bangka Belitung, Polres Bangka beserta Polsek jajaran, TNI AD dan Satpol Bangka. Jumlah personil yang dikerahkan sebanyak 250 orang.

"Termasuk empat orang personil POM AD (CPM) dan sepuluh orang perwakilan Masyarakat Desa Mendo," katanya.

Di lokasi ini Pj Sekda Bangka Akhmad Mukhsin sempat menjelaskan kronologis terkait permasalahan lahan di Desa Mendo antara Pengusaha Abun dkk dengan PT Sinar Agro Makmur Lestari (SAML).

Menurut Muksin, Bupati Bangka telah memberikan dua surat ke pengelola kebun sawit. Selanjutnya Pemkab Bangka meminta agar pengelolan lahan, baik Abun dkk dan Afen selaku perwakilan PT SAML menghentikan aktiVitas hingga proses hukum selesai.

"Kami baik dari Polres Bangka maupun Polda Babel menyampaikan ucapan terimakasih kepada instansi terkait karena mendukung kegiatan ini. Mewakili dari Forkompinda, dalam hal ini kami pastikan kegiatan penugasan terkait adanya permasalahan yang ada di wilayah Kecamatan Mendobarat, berjalan aman dan kondusif. Ke depan akan dilakukan pengamanan bersama di lokasi sengketa," tegas Kapolres.

Selanjutnya tim gabungan melakukan pemasangan spanduk di lokasi yang disengketakan atau di lokasi pondok pondok (camp), masing-masing pihak. Spanduk berisi tulisan larangan melakukan aktifitas apapun terkait usaha perkebunan pada lokasi yang dimaksud hingga ada putusan hukum oleh pihak berwenang.

(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved