Berita Sungailiat

173 Orang Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bangka, Tahun Ini 21 Orang Meninggal Dunia

Jumlah pasien terinpeksi HIV/AIDS di Kabupaten Bangka sebanyak 173 orang, yang terdiri dari 97 orang laki laki, 76 perempuan, dan ibu hamil 20 orang

173 Orang Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bangka, Tahun Ini 21 Orang Meninggal Dunia
bangkapos.com/Riki Pratama.
RSUD Depati Bahrin, foto diambil, Sabtu (30/11/2019) 

Jumlah pasien terinpeksi HIV/AIDS di Kabupaten Bangka sebanyak 173 orang, yang terdiri dari 97 orang laki laki, 76 perempuan, dan ibu hamil 20 orang

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jumlah pasien terinpeksi HIV/AIDS di Kabupaten Bangka sebanyak 173 orang, yang terdiri dari 97 orang laki laki, 76 perempuan, dan ibu hamil 20 orang, selama periode 2019.

Data tersebut, disampaikan oleh Tim HIV/AIDS RSUD Depati Bahrin, Kabupaten Bangka.

"Pengambilan obat rutin total 173 orang yang terinpeksi, perempuan 76 orang, laki laki 97 orang, jumlah ibu hamil 20 orang, lalu yang meninggal dunia sampai bulan kemarin, sebanyak 21 orang, itu terhitung dari Januari-Oktober,"jelas Meilano Robiansyah Ketua Tim HIV/AIDS RSUD Depati Bahrin yang diwakili oleh, Vivi, Koordinator Konselor HIV RSUD Depati Bahrin, didampingi, Tim Pencatatan Pelaporan aplikasi RR SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS), Monica, Sabtu (30/11/2019).

Ia menambahkan, tidak ada perlakuan khusus dari pihak rumah sakit terhadap penderita HIV/AIDS, dimana mereka dianggap sebagai pasien umum.

"Penanganan pengobatan mereka daftar seperti biasa seperti pasien umum, bila tahu terinpeksi di tujukan ke Poli Melati RSUD Depati Bahrin, langsung pengambilan obat dari apotik rumah sakit, jadi dianggap seperti pasien biasa,"ungkapnya.

Vivi menjelaskan dalam penanganan penyakit ini, tentunya harus dilakukan rutin oleh penderita untuk mengkonsumsi obat, dengan tujuan untuk mengurangi angka kematian penderita sakit HIV/AIDS.

"Untuk penderita harus rutin untuk menurunkan angka kematian, sementara untuk penyebabnya memang melalui hubungan seks, sehingga bila berhubungan harus memakai alat pengaman, dan diharapkan hidup sehat jangan jajan diluar, dan yang telah terinveksi harus rutin minum obatnya,"ungkanya.

Sementara untuk penanganan penderita HIV/AIDS di Lapas Bukit Semut Sungailiat, tetap dikoordinir oleh pihak RSUD Depati Bahrin dalam pengambilan obat yang dilakukan oleh si penderita.

"Perawat yang mengambil obat, tim dari Lapas mengambil ke sini, tetapi mereka tetap masuk data di rumah sakit,"ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Then Suyanti mengatakan, Puskesman yang ada di Kabupaten Bangka selalu memberikan pelayanan konseling dan tes HIV terhadap pasien yang ingin melakukan konseling.

"Puskesmas memberikan pelayanan konseling dan tes HIV, kalau positif harus rujuk ke RSUD, semua pasien yang positif mendapat pengobatan ARV di RSUD dan gratis. Untuk pencegahan penularan dari ibu ke anak maka semua ibu hamil wajib dilakukan skrining,"tukasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan mobile skrining HIV pada kelompok berisiko seperti pada wanita pekerjaan seks,warga lapas, waria, LSL (laki seks laki) dan penderita tuberculosis, rutin tiap tiga bulan sekali.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved