Lipsus AIDS Sedunia

Pasien HIV di Bangka Meningkat, Hubungan Seks Sesama Jenis Penyebab Terbanyak

Faktor risiko sekarang memang sedang tren pada tahun 2018 dan 2019 itu karena LSL atau gay. Kalau dulu itu karena sering ganti pasangan

Pasien HIV di Bangka Meningkat, Hubungan Seks Sesama Jenis Penyebab Terbanyak
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Konselor HIV Klinik Poli Tulip Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang Hendra, Sabtu(30/112/019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Konselor HIV Klinik Poli Tulip Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang Hendra mengatakan pasien yang terserang HIV (Human Immunodeficiency Virus) terjadi peningkatan. Ia menyebut faktor risiko karena tren LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki).

"Data rekapan tahun 2008 sampai tahun 2018 menunjukan 384 pasien HIV yang berobat di RSUD Depati Hamzah, setelah tahun 2019 menjadi 449 orang. Adapun data sampai bulan November 2019 ini pasien yang berkunjung untuk tes HIV sebanyak 78 kemudian yang dinyatakan positif terinfeksi HIV berjumlah 32 orang," jelas Hendra saat ditemui bangkapos.com, Sabtu(30/11/2019).

Ia menerangkan, tes HIV segera dilakukan ketika seseorang merasakan badan melemah sering, sering sakit, berat badan kurang, dan juga mempunyai risiko atau pernah berhubungan badan dengan orang yang berbeda.

"Faktor risiko sekarang memang sedang tren pada tahun 2018 dan 2019 itu karena LSL atau gay/homoseksual. Kalau dulu itu karena sering ganti pasangan," ujarnya.

Menurutnya pasien HIV bisa bertahan lama bila rutin minum obat, pola hidup diatur, olahraga teratur dan pola makan diperhatikan.

"Banyak orang beranggapan HIV itu berbahaya kalau dibandingkan tumor, padahal HIV itu menyerang sistem imun, jadi yang perlu diatur itu hidup sehat serta menjaga antibodi agar tidak mudah sakit. Bahkan tidak ada pantangan bagi penderita HIV kalau tentang makanan," ungkapnya.

Ditambahkannya, apabila tidak rutin minum obat tentunya akan semakin parah dan naik lini dalam pengobatannya.

"Awalnya akan berada pada lini 1, kemudian naik ke lini 2 jenis obat akan berbeda, bahkan jika pasien sering minum obat tiba-tiba jarang minum obat virus akan resisten dan kebal terhadap obat yang pernah diminum sebelumnya. Paling sulit kalau sudah lini 3 sebab di sini obat tidak ada hanya ada di pusat dan harga pun mahal," kata Hendra.

Ia menambahkan untuk stock obat pasien HIV seperti ARV rejimen (Anti-Retroviral) dan obat lainnya serta reagen untuk tes HIV ketersedian baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved